KOTA PEKALONGAN – Masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir Pantai Utara Jawa, termasuk Kota Pekalongan, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob yang dipicu oleh kenaikan muka air laut. Kondisi ini umumnya terjadi saat fase bulan purnama.
Pesan itu disampaikan Ketua Tim Manajerial Operasional BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang, Giyarto, saat ditemui di kantornya, baru-baru ini. Menurutnya, fenomena kenaikan muka air laut dipengaruhi oleh gaya tarik bulan. Oleh karena itu, kawasan pesisir Pantura, termasuk Pekalongan, memiliki potensi terdampak rob yang perlu diantisipasi bersama.
“Selain potensi rob, masyarakat juga diminta memperhatikan kondisi angin yang bergerak menuju daratan. Angin darat yang terjadi bersamaan dengan pasang air laut dapat meningkatkan tinggi muka air laut sehingga berpotensi memperluas genangan di kawasan pesisir,” terangnya.
Ditambahkan, BMKG terus mengoptimalkan layanan peringatan dini melalui aplikasi Info BMKG, media massa, serta koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan dan perangkat daerah.
“Dengan akses informasi yang semakin cepat dan mudah, masyarakat diharapkan dapat mengambil langkah antisipatif guna meminimalkan dampak yang ditimbulkan oleh rob maupun cuaca ekstrem lainnya,” pungkasnya.

Penulis: Dian, Tim Liputan Kominfo Kota Pekalongan
Editor: Tn, Dinas Komdigi Jateng
