Bupati Magelang Dorong Hasil Riset Harus Jawab Kebutuhan Masyarakat

02 October 2026
Yandip Prov Jateng (2)
Bupati Magelang Dorong Hasil Riset Harus Jawab Kebutuhan Masyarakat

KABUPATEN MAGELANG – Hasil riset perguruan tinggi jangan hanya berhenti menjadi tumpukan publikasi ilmiah. Penelitian harus diterjemahkan menjadi inovasi dan kerja nyata, yang mampu menjawab persoalan masyarakat.

Hal itu ditekankan Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, saat menghadiri FGD Diseminasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Universitas Tidar (Untidar) bersama pemerintah daerah se-Lanskap Kedu, di Gedung Rektorat Universitas Tidar Kampus Sidotopo Magelang, Kamis (1/10/2026).

Menurutnya, pembangunan daerah membutuhkan landasan ilmu pengetahuan yang kuat. Namun, pengetahuan tersebut harus didukung data yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Pengetahuan itu bisa menjadi landasan pembangunan. Tetapi kalau tidak didukung data yang kuat, data yang objektif, hasilnya juga nanti akan berbeda,” ujar Grengseng.

Dia mengatakan, Pemkab Magelang tengah berupaya mengonsolidasikan data daerah dengan tetap menggunakan kaidah dan metode ilmiah. Dalam proses tersebut, perguruan tinggi memiliki peran penting untuk membantu standardisasi data, agar dapat dipertanggungjawabkan.

Di sisi lain, Grengseng mengingatkan, hasil riset dan inovasi yang akan diterapkan pemerintah juga harus selaras dengan regulasi.

“Pemerintah daerah ini tidak hanya sedang men-challenge sebuah inovasi atau program, tetapi juga harus menyelaraskan dengan regulasi,” ujarnya.

Karena itu, Pemkab Magelang membuka ruang kolaborasi lebih luas dengan Untidar, mulai dari riset, pengabdian masyarakat hingga penerapan hasil penelitian.

Bupati berharap FGD tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menghasilkan rekomendasi yang bisa ditindaklanjuti.

“Saya berharap forum-forum seperti ini tidak hanya berhenti di awal-awal, tetapi menjadi forum yang merekomendasikan kerja-kerja konkret di masyarakat,” tegasnya.

Grengseng menyebut Untidar telah mengelompokkan 19 unit ke dalam empat kluster tematik, yakni heritage (kebudayaan dan kebijakan publik), lingkungan (kebencanaan dan pembangunan berkelanjutan), ekonomi hijau (halal dan pemberdayaan masyarakat), serta inovasi akademik (hukum dan inklusi layanan).

Keempat kluster tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan pembangunan Magelang, mulai pariwisata Borobudur, kebencanaan, lingkungan, UMKM, pertanian, pemberdayaan masyarakat, hingga layanan inklusif.

Rektor Untidar, Prof Sugiyarto mengatakan, pihaknya siap memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah melalui berbagai bidang. Kerja sama tersebut dapat dilakukan melalui mahasiswa maupun dosen, antara lain KKN tematik, PPK Ormawa, riset, serta program pengabdian masyarakat.

“Untuk dosen tentu melalui LPPM, banyak sekali tawaran untuk riset maupun pengembangan pengabdian. Ini akan kita intensifkan untuk lingkup lanskap Kedu,” katanya.

Menurut Sugiyarto, 19 pusat studi dan layanan yang dimiliki Untidar, memungkinkan kampus masuk ke berbagai kebutuhan daerah. Tema riset nantinya dapat disesuaikan dengan persoalan yang diajukan masing-masing pemerintah daerah.

“Tema sampah, budaya, ekonomi, pertanian, masuk semua. Dari daerah lain juga temanya sesuai kebutuhan masing-masing daerah,” lanjutnya.

Sugiyarto juga menegaskan, ukuran keberhasilan riset bukan sekadar jumlah penelitian dan publikasi, melainkan sejauh mana hasilnya memberi manfaat dan perubahan bagi masyarakat.

Penulis : Kontributor Kabupaten Magelang
Editor : Ul, Diskomdigi Jateng

Mascot Padhang
Skip to content