Kota Pekalongan – Pasca musibah banjir di Kota Pekalongan Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan mulai bergerak cepat menyelesaikan permasalahan sampah. Usai penanganan sampah rumah tangga, target DLH Kota Pekalongan pada Kamis, (31/1/2019) memfokuskan penanganan sampah di empat titik fasilitas umum.
Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah DLH Kota Pekalongan, M Taufiqu Rochman S STP mengungkapkan bahwa selain kegiatan rutinan untuk penanganan sampah rumah tangga, DLH fokuskan empat titik yakni penanganan sampah di jembatan Pasar Banyuurip, jembatan Tegalrejo di Kelurahan Pringrejo, depan Kantor Kelurahan Medono, dan sebelah Selatan Kelurahan Buaran Kradenan.”Ada sampah eceng gondok di sebelah timur jalan Pasar Banyuurip dan di jembatan Tegalrejo hasil dari kegiatan pembersihan saluran oleh warga. Begitu juga di Kelurahan Medono dan Kelurahan Buaran Kradenan, pascabanjir ini memang banyak tanaman eceng gondok yang mengganggu aliran air,” tutur Taufiq.
Terkait pembuangan sampah, Taufiq jelaskan bahwa sampah akan dipilah, jika itu sampah organik akan dibawa ke Tempat Pembuangan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS 3R) Medono untuk bisa dikelola menjadi pupuk kompos. Untuk sampah anorganik akan dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Degayu. “Hari ini armada yang DLH kerahkan di pasar Banyuurip ada dua truk, di Tegalrejo satu truk, di Kelurahan Banyuurip truk dan tosa, dan di Kelurahan Medono yang lokasinya dekat dengan TPS 3R menggunakan motor roda tiga,” papar Taufiq.
Menurut Taufiq, ini sebagi langkah cepat pascabanjir, akses jalan menuju TPA juga sudah bisa digunakan. Ketika banjir kemaren armada dapat beroperasional namun bisa masuk ke TPA Senin sore (28/1/2019). “DLH berusaha maksimal dalam penanganan sampah, hari ini kami targetkan bisa selesai. Kami mohon maaf kepada masyarakat jika ada pelayanan sampah yang belum maksimal ketika banjir,” pungkas Taufiq.
