BATANG – Warga di tingkat RW dilatih untuk menjadi admin pengguna pada aplikasi Jogo Tonggo, Senin (18/1/2020). Pelatihan tersebut dimaksudkan agar data-data yang dibutuhkan untuk menangani dampak pandemi Covid-19 dapat segera dimasukkan ke dalam situs web https://jogotonggo.jatengprov.go.id/, sebuah aplikasi daring tentang penanganan Covid-19 yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Batang, Puji Setyowati menyampaikan, para admin desa berperan penting untuk mempercepat pemasukan data dari tingkat RW.
“Program tersebut sudah digencarkan sejak tahun 2020, namun di tahun 2021 ditingkatkan perannya dengan merevisi namanya menjadi New Jogo Tonggo, agar penanganan dampak pandemi Covid-19 lebih maksimal,” terangnya, saat ditemui di kantornya, Senin (18/1/2021).
Lebih lanjut, salah satu tujuan dibuatnya aplikasi tersebut adalah untuk mengetahui tingkat perkembangan penanganan Covid-19 di desa, terutama di tingkat RW.
“Diskominfo berupaya memfasilitasi akses untuk memasukkan data ke aplikasi Jogo Tonggo, termasuk mempermudah akses jaringan, apabila di suatu desa terdapat kendala internet,” ungkapnya.
Relawan Jogo Tonggo Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Puput, menerangkan, perwakilan admin desa memperoleh pelatihan langsung agar mengetahui tentang cara cepat memasukkan poin utama data pada aplikasi Jogo Tonggo.
“Khusus data tentang kesehatan wajib diisi setiap hari agar selalu ada pembaruan, sedangkan jumlah rumah termasuk kondisional, jadi tidak perlu diisi setiap waktu,” ujarnya.
Dirinya pun menyarankan kepada para admin untuk membentuk grup khusus para admin desa. Grup tersebut dapat digunakan bila suatu saat mereka memerlukan diskusi singkat mengenai suatu permasalahan.
“Cara ini sudah pernah saya praktikkan di Kecamatan Kandeman, Limpung, Banyuputih dan Subah. Sebagai percontohan Banyuputih dan Subah, admin desanya bisa memasukkan data dengan cepat, meskipun hanya memperoleh pelatihan dari Whatsapp,” bebernya.
Kepala Seksi Promosi Kesehatan, Dinas Kesehatan Batang, Mutmainah mengharapkan para admin desa dapat memberikan percepatan pelaporan, khususnya laporan yang harus disampaikan setiap hari seperti keadaan keamanan, sosial, hiburan dan kesehatan. Selain itu, terdapat beberapa pernyataan yang penting seputar penyakit penyerta, sarana prasarana pendukung protokol kesehatan, dan potensi terjadinya kerumunan massa.
“Pertanyaan itu untuk memetakan kondisi desa, ketika ada masalah, siap atau tidak menanganinya. Sebab dalam pelaporan itu juga disertakan apakah terdapat lumbung pangan, ketersediaan warung sembako,” terangnya.
Penulis: Hr/MC Batang
Editor: Tn/Diskominfo Jateng
