KOMUNITAS DI BANJARNEGARA SIAP DUKUNG BUPATI

27 September 2017
dev_yandip prov jateng
KOMUNITAS DI BANJARNEGARA SIAP DUKUNG BUPATI

BANJARNEGARA – Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono, meminta dukungan dari berbagai pihak, untuk melaksanakan program utama serta visi dan misinya yaitu pembenahan infrastruktur jalan di berbagai wilayah.

“Semua permasalahan di Banjarnegara sudah masuk dalam ranah pemikiran saya,  namun saya minta dukungan dari masyarakat Banjarnegara untuk mendukung program saya yaitu pembenahan infrastruktur jalan,”kata Bupati Budhi di hadapan berbagai komunitas di Banjarnegara. Bupati Budhi hadir dalam acara Mirunggan Mbanjar dengan tema  menemukan identitas  Banjarnegara di Pendapa Dipayudha Adigraha beberapa waktu lalu.

Bupati Budhi meyakinkan kepada semua komunitas bahwa Infrastruktur jalan akan menjadi pondasi dan solusi sebelum menyelesaikan permasalahan lain di Banjarnegara.

“Infrastruktur jalan yang baik akan mempermudah dan menunjang kita dalam melakukan berbagai aktifitas, selain itu jalan yang baik akan  menjadi urat nadi majunya perekonomian,” lanjutnya.

Berkaca pada masa lalu dimana program pembangunan kurang fokus pada permasalahan, maka pihaknya dengan tegas dan pasti akan tetap memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan sebagai program utamanya dalam tiga tahun mendatang.

“Saya tidak mau setengah-setengah dan membuang anggaran untuk berbagai kegiatan yang kurang bermanfaat bagi masyarakat, untuk itu saya mohon pengertian dan dukungan dari saudara sekalian agar Kabupaten Banjarnegara ada perubahan yang berarti,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut Bupati Budhi juga meminta kepada semua komunitas agar ikut menyumbangkan pemikiran agar pembangunan di Banjarnegara bisa bersinergi dengan keinginan masyarakat. “Masukan masyarakat akan kami jadikan bahan pertimbangan untuk pengambilan kebijakan pembangunan,” jelasnya.

Salah satu perwakilan komunitas di Banjarnegara, Drajat Nurangkoso mengatakan, acara Mirunggan Mbanjar akan menjadi titik awal untuk Banjarnegara agar bisa menemukan identitasnya,.termasuk menemukan jatidiri atau identitas Banjarnegara  yang sebenarnya baik dari segi sejarah maupun budaya.

“Ini penting kami sampaikan agar pembangunan Banjarnegara mengakar kepada budaya Banjarnegara, artinya pembangunan di Banjarnegara tidak meninggalkan jatidiri dan budaya sendiri,” katanya.

Hal senada disampaikan perwakilan LSM Kembangmas, Toto Hardianto yang berharap agar Banjarnegara mempunyai ikon resmi, yang bisa menjadi nilai jual Banjarnegara. “Banjarnegara saat ini memiliki beragam produk unggulan, seperti candi Dieng, Dawet ayu, salak, keramik dan produk lain yang sering dijadikan ikon Banjarnegara. Menurut saya ikon tersebut bisa lebih ditegaskan dalam berbagai bentuk, seperti patung salak,  atau bahkan replika candi Dieng untuk menegaskan bahwa Dieng adalah milik Banjarnegara,” ujar Toto.

“Tidak apa-apa Banjarnegara punya banyak ikon, asal membawa manfaat bagi peningkatan ekonomi masyarakat Banjarnegara,” lanjutnya.

Koordinator acara Wahono menambahkan, acara Mirunggan Mbanjar akan dilaksanakan secara periodik, dengan tema yang berbeda sesuai dengan ritme pembangunan di Banjarnegara. “Kami berharap komunitas bisa ikut memberikan sumbangsih pemikiran bagi kemajuan dan pembangunan di Banjarnegara,” katanya. [dhian-Banjarnegara]

Mascot Padhang
Skip to content