DESA MAGERSARI PATEBON KENDAL BUKA WISATA SUSUR SUNGAI

10 October 2018
yandip prov jateng
DESA MAGERSARI PATEBON KENDAL BUKA WISATA SUSUR SUNGAI

KENDAL – Desa Magersari Kecamatan Patebon siap menjadi desa wisata. Sepintas desa ini tidak memiliki potensi wisata, seperti pantai atau alam pegunungan. Namun berkat kecermatan Muhidin, Kepala Desa Magersari yang baru dilantik pada September lalu, ternyata bisa melihat potensi yang yang selama ini terpendam.

Yaitu dengan memanfaatkan sungai yang berada di sebelah lapangan desa untuk dijadikan tempat wisata susur sungai yang menghubungkan ke tempat wisata Pulau Tiban yang sudah banyak dikenal.

Kades Muhidin mengatakan, pembukaan tempat wisata ditargetkan bisa terlaksana di tahun 2019 mendatang. Sebagai tempat wisata susur sungai, pihaknya sudah mempersiapkan beberapa perahu milik warga yang akan digunakan untuk para pengunjung yang ingin berwisata susur sungai.

Tidak kurang akal mengingat kondisi sungai pada  musim kemarau  sedikit air, maka agar wisata susur sungai tetap bisa dilakukan, maka akan dibuatkan rakit dari bambu sebagai pengganti perahu.

Oleh karena itu dalam waktu dekat akan enggelar lomba membuat rakit dari bambu. “Kami sudah membicarakan rencana ini kepada para pemuda juga yang ternyata sangat mendukung membuka tempat wisata,”katanya.

Dikatakan, untuk mendukung tempat wisata, pihak desa juga akan membuat dermaga sungai sebagai tempat untuk menaiki perahu dan rakit bambu. Di sekitar dermaga juga akan dibuat taman untuk memperindah tempat wisata yang dilengkapi dengan lapak-lapak pedagang. Di lapak-lapak itu akan dijadikan tempat penjualan produk-produk UKM dari warga, seperti produk makanan, mumaupun kerajinan.

“Kami akan mengangkat produk unggulan desa, seperti kerajinan kapal-kapalan dan kain rajut. Untuk memberdayakan warga, nanti akan memberikan pelatihan membuat kerajinan, seperti kain rajut,”ujarnya.

Kades Muhidin mengatakan, untuk mengenalkan tempat wisata yang akan dibangun pun sudah mulai dilakukan, tidak hanya lingkup Kabupaten Kendal, namun kepada masyarakat luar daerah Kendal.

Yang sudah dilakukan yaitu dengan menggelar festival budaya yang diikuti peserta dari lokal Kendal dan daerah tetangga, seperti Batang dan Temanggung. Kemudian menggelar Kirab Budaya Sedekah  Desa yang dibarengkan dengan acara Khaul Wali Hasan yang sempat vakum beberapa tahun. “Untuk mengenalkan, nanti akan rutin mengadakan kegiatan, seperti festival budaya, khaul akbar maupun event olahraga,” katanya. ( Kominfo / heDJ )

Skip to content