KUDUS (25/2) – TKGS (Tunjangan Kesejahteraan Guru Swasta) merupakan salah satu program unggulan dari bupati Kudus H.M. Tamzil dengan memberi tunjangan gaji sebesar satu juta rupiah kepada guru swasta. Sudah dua bulan berjalan, ternyata kendala administrasi membuat beberapa guru belum menerima tunjangan pada Februari. Ini menjadi perhatian H.M. Tamzil saat menghadiri pembinaan guru penerima TKGS dan sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan di Balai Desa Undaan Tengah sehingga bupati ingin agar bulan depan TKGS bisa cair tiap tanggal satu.
Pihaknya meminta para guru yang hadir dapat memaklumi kendala administrasi tersebut. “Mohon dipahami bahwa ada beberapa administrasi yang harus dilengkapi para staf,” terangnya. Meski begitu, H.M. Tamzil meminta para staf terkait untuk mengatur agar tiap tanggal satu, tunjangan dapat masuk ke rekening para guru swasta. Mekanisme mengenai TKGS juga akan diubah di tahun 2020 nanti. “Jika sebelumnya tunjangan didistribusikan ke forum lalu ke bapak ibu guru, Insya Allah 2020 tidak melalui forum lagi biar lebih cepat,” ujarnya.
Program unggulan pemkab Kudus tersebut merupakan buah hasil H. M. Tamzil dan H. M. Hartopo melalui persetujuan DPRD Kudus. Sehingga, diharapkan tidak ada pemotongan gaji dari pihak sekolah maupun yayasan. Program yang baru satu-satunya di Indonesia ini pun mendapat apresiasi oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kemendikbud Dr. Wartanto,M.M. “Jangan sampai gaji yang sudah ada dihentikan, apalagi dipotong. Program ini merupakan komitmen saya dalam membangun pendidikan di Kudus. Adanya TKGS, diharapkan semangat para guru dalam mendidik anak didiknya semakin meningkat. Satu-satunya di Indonesia lho, jadi harus disyukuri,” ujarnya.
Tak hanya itu, bupati menyebut bahwa pihaknya menegaskan program TKGS berjalan selama masa pemerintahannya. Dengan harapan, guru swasta bisa lebih terjamin kesejahteraannya, tak perlu kerja sampingan agar kebutuhan sehari-hari tercukupi. “Tapi jika mau wirausaha silakan, asal yang penting dahulukan mengajar,” pintanya.
