Batang Kebut Vaksinasi PMK, Sasar Ratusan Sapi per Hari

04 July 2022
yandip prov jateng
Batang Kebut Vaksinasi PMK, Sasar Ratusan Sapi per Hari

BATANG – Terhitung awal pekan pertama Juli 2022, sebanyak 1.699 ekor sapi di wilayah Kabupaten Batang telah menjalani vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK). Targetnya, 300 ekor sapi sehat dapat divaksin setiap hari, sehingga alokasi 3.000 dosis vaksin PMK untuk Kabupaten Batang dapat tersuntikkan semua.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Dinas Kelautan, Perikanan, dan Peternakan (Dislutkannak) Batang, Syam Manohara, mengatakan sapi yang divaksin harus dipastikan belum pernah terpapar PMK.

“Desa itu harus benar-benar tidak ada sapi ternak yang pernah terpapar PMK. Kalau ditemukan ada satu ekor sapi yang terpapar PMK, proses vaksinasi dibatalkan,” tegasnya, saat ditemui, di kantornya, Senin (4/7/2022).

Pihaknya pun telah mengategorisasi desa-desa di wilayah Batang berdasarkan ada atau tidaknya hewan ternak yang terjangkit PMK, yakni zona hijau untuk wilayah yang bebas PMK dan zona merah untuk wilayah yang memiliki hewan ternak terjangkit PMK. Persentase wilayah zona hijau di Kabupaten Batang mencapai 40 persen, sedangkan zona merah 60 persen.

Syam merinci, terdapat tujuh desa yang berada di wilayah zona hijau, antara lain Desa Keteleng dan Kalisari di Kecamatan Blado, serta Desa Sumurbanger Kecamatan Blado.

Para petugas vaksin diminta berpikir taktis saat di lapangan, mengingat kuota vaksin yang harus dipenuhi.

“Jika dalam satu desa zona hijau hanya ada 30 ekor sapi, maka petugas harus berpikir cepat untuk mencari desa zona hijau lain di sekitar, untuk mencapai target,” bebernya.

Ia menegaskan, status zona hijau bisa berubah menjadi merah apabila ada satu ekor hewan ternak terpapar PMK. Penyakit tersebut dikhawatirkan dapat menular ke sebagian lainnya, walaupun hewan ternak belum menunjukkan gejala klinis.

Ia menambahkan, per Minggu (3/7/2022), tercatat hewan berstatus suspek sebanyak 950 ekor dan dinyatakan sembuh sebanyak 290 ekor sapi.

Hewan suspek, imbuh Syam, akan ditangani intensif oleh tim khusus.

“Selama proses pengobatan harus didampingi secara intensif oleh medis veteriner,” ungkapnya.

Penulis: Heri, MC Batang
Editor: Tn, Diskominfo Jateng

Mascot Padhang
Skip to content