WONOSOBO – Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Perumahan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) menunjukkan keprihatinannya terhadap dampak pandemi Covid-19. Mereka merelakan gajinya dipotong dengan besaran yang berbeda untuk donasi bagi masyarakat terdampak pandemi.
“Kalau untuk jajaran staf pelaksana besarannya dua persen dari gaji, sementara untuk para pejabat bisa sampai lima persen (gaji) tergantung kesanggupannya,” tutur Kepala Disperkimhub, Bagyo Sarastono saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (11/5/2020).
Donasi yang terkumpul lantas disalurkan dalam wujud lima kilogram beras kepada warga, khususnya para pengemudi angkutan umum di wilayah Wonosobo. Berkurangnya jumlah penumpang di tengah masa pandemi COVID-19, menurut Bagyo secara otomatis membuat pendapatan para sopir angkutan turun drastis, sehingga mempengaruhi perekonomian keluarganya.
Bagyo berharap, bantuan beras tersebut dapat meringankan beban ekonomi para sopir yang notabene merupakan salah satu mitra kerja Disperkimhub.
“Kami juga berharap inisiatif untuk saling membantu ini bisa menginspirasi pihak-pihak lain, baik di lingkup Pemkab maupun kalangan swasta, agar beban saudara-saudara kita yang saat ini tengah kesulitan akibat pandemi Covid-19 menjadi lebih ringan,” lanjutnya.
Perihal mekanisme penyaluran bantuan, Sekretaris Disperkimhub, Sulistiyani menyebut, pihaknya mengacu pada protokol kesehatan Covid-19 yang melarang keramaian dan kerumunan. Karenanya, bantuan akan diserahkan secara bertahap melalui Organisasi Angkutan Darat (Organda). Selanjutnya, Organda akan menyampaikan bantuan tersebut menurutnya kepada setiap paguyuban angkutan hingga seluruhnya terdistribusi kepada penerima secara tepat sasaran.
“Tahap ini, bantuan beras sebanyak lima kilogram per orang, baru dialokasikan untuk 50 orang sopir angkutan, ditambah ada juga para ojek online yang menerima bantuan dari pihak operator Grab sejumlah puluhan orang,” terangnya.
Kepedulian jajaran pegawai Disperkimhub tersebut disambut dengan penuh rasa syukur oleh para pengemudi angkot. Melalui Hartoyo selaku perwakilan dari Organda, para sopir mengaku sangat terbantu. Telebih, selama masa pembatasan aktivitas warga, mereka merasa sangat kesulitan memenuhi target pendapatan harian.
“Tentu kami sangat bersyukur di tengah situasi tak menentu seperti ini, masih ada pihak yang peduli pada kehidupan kami, dan kami semua berharap semoga masa-masa berat akibat pandemi Covid-19 ini bisa segera selesai,” tandasnya.
Penulis: Dn/Diskominfo Wonosobo
Editor: Tn/Diskominfo Jateng
