BEKASI – Kabupaten Purbalingga meraih peringkat Terbaik III dalam pelaksanaan The Development of Integrated Farming System in Upland Areas (Upland Project) periode 2021–2026. Penghargaan dari Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Kementerian Pertanian, diserahkan kepada Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif, dalam Workshop Nasional Exit Strategy Proyek Upland di Bekasi, Rabu (14/10/2026).
Bupati Hanif mengatakan, penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas pelaksanaan program pengembangan pertanian terpadu di Purbalingga.
“Kami berkomitmen (untuk) memastikan manfaat program Upland terus dirasakan petani, terutama dalam meningkatkan nilai tambah komoditas, memperkuat kelembagaan, dan mendorong kesejahteraan petani secara berkelanjutan,” ujar Fahmi.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Purbalingga, Prayitno, menyebut capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama pemerintah daerah, kementerian dan lembaga terkait, tenaga pendamping, kelompok tani, serta petani penerima manfaat.
Sementara itu, Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Hermanto, mengatakan evaluasi pelaksanaan Upland di 14 kabupaten menunjukkan manfaat, berupa peningkatan infrastruktur pertanian dan pendapatan petani. Program ini dirancang untuk menangani persoalan pertanian dataran tinggi melalui pendekatan terpadu, mulai dari peningkatan produksi hingga pengembangan usaha pertanian.
Setelah tahap pertama, ujar Hermanto, program Upland dapat berlanjut ke tahap kedua, dengan penekanan terhadap rekayasa sosial dan pengembangan model bisnis. Kedua pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas petani dan kelembagaan usaha, agar para petani mampu berkembang secara mandiri.

Penulis: Tha, Prokompim Purbalingga
Editor: Tn, Dinas Komdigi Jateng
