WONOSOBO – Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Wonosobo kembali melakukan rapid test massal. Kali ini rapid tes digelar di Pasar Kejajar, dengan hasil 10 orang reaktif. Mereka tak menunjukkan gejala klinis penyakit yang menyerang sistem pernafasan ini.
Juru Bicara GTPP Covid-19 Wonosobo, Muhamad Riyatno, mengkhawatirkan potensi munculnya gelombang kedua penyebaran virus corona. Ia menyebut, sepuluh orang reaktif tersebut dideteksi dari hasil tes cepat terhadap 100 spesimen di Pasar Kejajar.
“Dari 100 orang warga pasar yang secara sukarela menjalani Rapid Diagnostic Test (RDT) di Kejajar pagi ini, ada 10 orang yang menunjukkan hasil reaktif,” jelas Riyatno ketika dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (9/6/2020).
Ia menjelaskan, tujuh orang reaktif di Pasar Kejajar berasal dari wilayah sekitar. Sementara tiga lainnya berasal dari luar wilayah tersebut.
Setelah terdeteksi, mereka langsung dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Setjonegoro untuk menjalani pemeriksaan lanjutan, seperti swab, rontgen, dan cek darah. Hal ini dilakukan mengingat hasil RDT belum dapat dijadikan sebagai acuan positif atau negatif Covid-19.
“Apabila ditemukan indikasi gejala atau penyakit penyerta yang memerlukan perawatan, mereka akan langsung dirawat di RSUD Setjonegoro. Namun apabila tidak ada indikasi tersebut, kita akan rujuk ke lokasi karantina sementara di asrama BLK,” terang Riyatno.
Ia menduga, ada indikasi hasil reaktif yang mengarah pada kemungkinan paparan baru, alias tidak memiliki relasi dengan klaster sebelumnya. Hal itu karena antibodi baru membentuk Immunoglobulin M (IgM), yang menunjukan tubuh sedang membentuk sistem pertahanan awal. Diduga, paparan virus baru terdeteksi sekitar 10 hari.
“Dugaan paparan baru atau gelombang kedua dari hasil RDT ini dimungkinkan, lantaran pelacakan dari klaster awal yakni Gowa sudah tuntas,” ujarnya.
Ia menegaskan, masyarakat perlu terus mewaspadai penyebaran kasus ini, mengingat sebelumnya, wilayah Kejajar termasuk bagus dalam pelacakan riwayat penularan.
“Hasil RDT hari ini cukup mengejutkan karena ada 10 orang yang ternyata reaktif, dengan antibodi IgM terdeteksi,” pungkasnya.
Penulis : Danang, Diskominfo Wonosobo
Editor : Rk, Diskominfo Jateng
