KUDUS – Pelaksana tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo menyerahkan bantuan hibah berupa uang secara simbolis kepada lembaga peribadatan, lembaga pendidikan keagamaan, dan organisasi sosial kemasyarakatan (Orsosmas) tahun anggaran 2020 di Pendapa Kabupaten Kudus, Selasa (9/6/2020).
Hartopo mengatakan, bantuan hibah merupakan program rutin yang telah menjadi amanah pemerintah. Sehingga, penyaluran hibah kepada 133 lembaga tetap dilaksanakan secara simbolis di tengah keterbatasan dalam pandemi global.
“Yang menjadi amanah disampaikan kepada yang berhak salah satunya hibah berupa uang kepada lembaga peribadatan, lembaga pendidikan keagamaan, dan organisasi sosial kemasyarakatan,” ujarnya.
Pihaknya berharap, bantuan dengan total Rp8,65 miliar tersebut mampu menjadi stimulan pembangunan dan kegiatan berbagai lembaga. Terlebih lagi dalam mempersiapkan new normal, pemerintah daerah harus bersinergi dengan semua pihak.
“Kami berharap penyerahan hibah keagamaan, sosial dan kemasyarakatan terus berjalan, bantuan hibah berjumlah Rp8,65 miliar kepada 133 lembaga semoga bermanfaat, serta menjadi stimulan pembangunan dan kegiatan sosial kemasyarakatan di tengah keterbatasan pandemi global,” tuturnya.
Terkait persiapan new normal, Hartopo mengimbau seluruh lembaga turut berperan aktif dalam mendisiplinkan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan. Dia meminta agar pemakaian masker, cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, dan menjaga jarak untuk selalu diterapkan di tiap lembaga. Pasalnya, dengan adanya new normal bukan berarti kembali seperti kondisi sebelum wabah. Namun agar dapat hidup berdampingan dengan Covid-19 dengan sedikit demi sedikit memulihkan kondisi ekonomi, sosial dan kemasyarakatan.
“Adanya new normal bukan berarti lepas seperti sebelum wabah, tetapi dengan tetap mentaati protokol kesehatan. Sekarang selalu pakai masker, yang dulu bersalaman sekarang jaga jarak, yang dulu jarang cuci tangan, sekarang setelah melakukan aktivitas apapun wajib mencuci tangan. Karena kapan habisnya wabah ini kita belum tahu, dan dari WHO pun memperkirakan bahwa dua tahun ke depan Covid ini masih ada,” pesannya.
Hartopo menambahkan, penerapan protokol kesehatan di tempat-tempat umum seperti pasar, mal dan tempat ibadah agar selalu dilaksanakan. Pada tiap tempat tersebut telah disiagakan petugas di setiap pintu masuk untuk melakukan pengukuran suhu badan dengan thermo gun dan memantau penerapan protokol kesehatan.
“Pintu-pintu masuk sekarang sudah dibatasi, yang dibuka harus ada petugas protokol kesehatan karena masuk pasar harus pakai masker, cuci tangan dulu dan diukur suhu badan. Baik yang di masjid pun dan tempat-tempat umum lainnya harus menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya.
Penulis : Kontributor Kab Kudus
Editor: Di, Diskominfo Jateng
