Wabup Yuli Hastuti Pimpin Upacara Hari Ibu

18 December 2018
yandip prov jateng
Wabup Yuli Hastuti Pimpin Upacara Hari Ibu

Purworejo-Meski peringatan Hari Ibu tepatnya pada 22 Desember mendatang, namun Kabupaten Purworejo sudah melaksanakan upacara Hari Ibu lebih awal yakni hari ini Senin (17/12) di halaman Setda yang melibatkan OPD, dinas, instansi, organisasi wanita, juga para pelajar.

Upacara langsung dipimpin Wakil Bupati Yuli Hastuti SH selaku Inspektur Upacara.Upacara Hari Ibu ke 90 dan Hari Bela Negara tersebut, dihadiri Forkopimda, Sekda Drs Said Romadhon, Ketua Bhayangkari, Ketua DWP Ny Dra Erna Setyowati, juga Kepala OPD.

Wakil Bupati Yuli Hastuti dalam sambutannya manyampaikan selamat kepada para ibu yang beberapa hari mendatang tepatnya tanggal 22 Desember, akan memperingati Hari Ibu. Semoga momentum tersebut akan semakin menyadarkan kita semua betapa penting dan strategisnya keberadaan ibu dalam kehidupan kita.

“Saya juga mengapresiasi dilaksanakannya peringatan Hari Bela Negara yang jatuh pada tanggal 19 Desember, teriring harapan peringatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan kita kepada bangsa dan negara Indonesia,” tuturnya.

Dikatakan Yuli Hastuti, peringatan Hari Ibu akan dapat mendorong semua pemangku kepentingan untuk memberikan perhatian, pengakuan akan pentingnya eksistensi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan. Selain itu juga diharapkan dapat membawa pengaruh positif bagi peningkatan kualitas hidup, pemenuhan hak dan kemajuan perempuan.

“Di lain sisi juga memberikan keyakinan yang besar bahwa perempuan apabila diberi peluang dan kesempatan mampu meningkatkan kualitas hidupnya serta mengembangkan segala potensi dan kemampuan yang dimilikinya. Saat ini bahkan terbukti perempuan dalam berbagai dimensi kehidupan berbangsa dan bernegara, mampu menjadi motor penggerak dan motor perubahan,” harap Yuli Hastuti.

Terkait dengan Hari Bela Negara, Yuli Hastuti ingin mengajak kita semua  untuk belajar dari sejarah perjuangan bangsa. Sejarah mencatat bahwa Republik Indonesia bisa berdiri tegak sebagai bangsa yang berdaulat tidak lepas dari semangat bela negara dari seluruh kekuatan rakyat, mulai dari TNI, petani, pedagang, nelayan, tokoh agama dan elemen rakyat yang lain. Mereka telah berjuang, mengorbankan jiwa raganya untuk membela tanah airnya dari para penjajah.

Dikatakan Yuli Hastuti, membela negara tidak hanya dilakukan dengan kekuatan senjata, akan tetapi bisa dilakukan oleh setiap warganegara sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Tugas bela negara adalah tugas yang berat seiring dengan makin kompleksnya tantangan yang dihadapi. Namun saya yakin melalui semangat kebersamaan dan persatuan serta kerja keras, kita semua mampu membawa Indonesia menjadi negara yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian serta berlandaskan gotong royong

Mascot Padhang
Skip to content