BUPATI DUKUNG PEMBANGUNAN LABORATORIUM BATIK DI WONOGIRI

07 August 2018
yandip prov jateng
BUPATI DUKUNG PEMBANGUNAN LABORATORIUM BATIK DI WONOGIRI

 

WONOGIRI – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Wonogiri menggandeng Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan dan UMKM (Diskoperindag-UMKM) berkesempatan menggelar pameran produk unggulan daerah, Kamis (2/8) di pendopo rumah dinas Bupati Wonogiri. Event tersebut mendapat perhatian dan kunjungan ratusan dari penggemar dan pelestari batik  yang tergabung dalam Paguyuban Pecinta Batik ‘Sekar Jagad’ Jogyakarta. Berbagai aneka batik khas Wonogiri, yakni batik Wonogiren dipemerkan dalam kesempatan tersebut.

Ketua Dekranasda Wonogiri, drh Verawati Joko Sutopo, MSi menilai, pameran batik Wonogiren yang melibatkan komunitas pecinta batik ‘Sekar Jagad’ Yogyakarta sebagai upaya melestarikan dan mengangkat potensi batik Wonogiren. “Kehadiran anggota Sekar Jagad kita harapkan bisa memberikan motivasi dan semangat baru bagi para perajin batik lokal maupun Pemkab  untuk lebih meningkatkan kualitas dan pemasaran batik Wonogiren,” ungkapnya.

Pameran batik Wonogiren ini diikuti sekitar 25 pengusaha  batik di wilayah Wonogiri. Mereka kebanyakan dari Kecamatan Tirtomoyo yang selama ini dikenal sebagai sentra industri kerajinan batik Wonogiren. Puluhan  pengusaha batik itu umumnya meneruskan usaha turun temurun orang tua sejak puluhan tahun silam, sehingga jika orang menyebut nama Tirtomoyo pasti langsung  ingat batik tulis ‘Wonogiren’.

Sementara Ketua Paguyuban Pecinta  Batik ‘Sekar Jagad’ Yogyakarta, GPH Prabukusumo, mengatakan bahwa batik telah mendunia dan merupakan salah satu warisan  budaya adiluhung bangsa asli Indonesia sebagaimana pengakuan UNESCO. Upaya pelestarian dan mempertahankan keberadaan batik menjadi tanggung jawab bersama baik pemerintah dan masyarakat, termasuk Sekar Jagad DIY. Ditambahkan bahwa setiap daerah memiliki kekhususan sendiri-sendiri dalam memproduksi batik. Termasuk, batik Wonogiren yang konon khabarnya pertama kali dipopulerkan oleh Ibu Tien Soeharto itu banyak digemari orang karena memiliki ciri khas corak batik yang ‘rusak’ atau ‘gagal’ tersebut.

“Saya punya harapan Pemkab Wonogiri membangun laboratorium batik guna mempertahankan batik Wonogiren, jika itu (laboratorium) bisa  terwujud saya yakin akan  menjadi satu-satunya  di Indonesia,” kata GPH Prabukusumo

 Wonogiri Joko Sutopo menyambut baik masukan pembangunan laboratorium batik dalam rangka sertifikasi mutu batik  di daerahnya. “Saya menilai bukan sesuatu yang sulit untuk mewujudkannya laboratorium batik guna meningkatkan mutu sekaligus brandingbatik Wonogiren,” imbuh Bupati.(HUMAS-est)

Mascot Padhang
Skip to content