Semarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berupaya memberikan pelayanan dan perlindungan terhadap warga lanjut usia (lansia). Di antaranya menyediakan ruang, sarana prasarana yang mudah diakses dan dimanfaatkan oleh lansia. Sehingga warga lansia dapat beraktivitas, berkarya, dan berekspresi.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyampaikan, pada 2020 jumlah lansia diproyeksikan mencapai 28,8 juta jiwa atau 11,34 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Kondisi tersebut dapat dilihat antara lain pada tujuh provinsi. Yakni Daerah Istimewa Yogyakarta 12,48 persen, Jawa Timur 9,36 persen, Jawa Tengah 9,26 persen, Bali 8,77 persen dan Jawa Barat 7,09 persen. Untuk itu, pihaknya mengupayakan pembangunan yang ramah lansia.
“Menciptakan ruang ramah lansia tidak hanya dalam pemikiran tetapi perlu kerja nyata. Maka yang muda-muda yang bekerja dan menyediakan infrastruktur bagi lansia. Sehingga apa yang dicita-citakan kita semua bahwa Jateng merupakan provinsi yang ramah lansia, terwujud,” ujarnya pada diskusi kelompok terarah “Menggagas Mewujudkan Jawa Tengah Ramah Lansia”, di Gedung E Lantai 5 Kantor Gubernur Jateng, Selasa (30/4/2019).
Wakil Gubernur yang sekaligus sebagai Ketua Komisi Daerah Lanjut Usia (Komda Lansia) Jateng ini mengatakan, keberadaan kawasan atau ruang publik yang ramah lansia itu penting. Selain menjadikan warga berusia lanjut nyaman dalam beraktivitas di tempat umum, dengan suasana ruang publik yang bersih, lingkungan indah dan fasilitas memadai, maka dapat meningkatkan semangat lansia untuk melakukan berbagai aktivitas positif.
Menurut penelitian, lanjut dia, lansia yang suka beraktivitas tidak mudah terkena penyakit alzheimer atau pikun. Sehingga, sesepuh-sesepuh juga masih dapat berkontribusi, membimbing, dan mengarahkan generasi muda. Apalagi para lansia mempunyai banyak pengalaman hidup, serta pemikiran tentang hal-hal yang tidak bisa dipikirkan anak-anak muda.
“Karenanya, selain kita membangun infrastruktur, kita seharusnya memberikan ‘ruang lansia’ sehingga mereka mampu memberikan solusi dan masukan kepada generasi muda,” imbuh mantan anggota DPRD Jawa Tengah ini.
Menurutnya, tidak hanya menyediakan taman kota atau ruang-ruang ramah lansia lainnya di perkotaan, tetapi ruang-lansia di pedesaan juga harus mendapat perhatian. Di antaranya menjadikan balai desa sebagai kawasan ramah lansia di pedesaan. Apabila setiap kantor desa dilengkapi taman ramah lansia dan ramah anak, dilengkapi dengan berbagai sarana supaya lansia bisa berkumpul dan beraktivitas di balai desa dengan leluasa dan nyaman.
Pria yang akrab disapa Gus Yasin ini menambahkan, para generasi muda berkewajiban menjaga para lansia agar tetap hidup sehat, bahagia, sejahtera, tangguh, mandiri, berkualitas dan produktif secara sosial maupun ekonomi, sesuai dengan martabat kemanusiaan. Selain itu, semua perlu memahami kondisi para lansia secara total, dari fisik termasuk kesehatan dan penyakit yang dimiliki, bakat, minat, kemampuan dan potensinya.
Penulis : Mn, Humas Jateng
Editor : Ul, Diskominfo Jateng
Foto : Humas Jateng
