Surveilans Air Minum Jadi Dasar Perbaikan Kualitas Air

10 August 2026
Yandip Jateng Prov (4)
Surveilans Air Minum Jadi Dasar Perbaikan Kualitas Air

KOTA PEKALONGAN – Hasil Surveilans Kualitas Air Minum Rumah Tangga (SKAMRT) menjadi dasar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dalam menentukan pembinaan dan langkah perbaikan kualitas air minum masyarakat. Pemantauan tersebut dimaksukdan untuk mendukung pengendalian penyakit berbasis lingkungan.

Programmer Penyehatan Air dan Sanitasi Dasar Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Atik Sarifatun, mengatakan pemantauan dilakukan di 35 kabupaten/kota se-Jateng.

“Semua kabupaten/kota menjadi sasaran. Hanya saja, jumlah puskesmas yang menjadi lokus berbeda-beda. Di Kota Pekalongan, dari 14 puskesmas hanya empat yang mendapatkan pendanaan BOK dari pusat. Namun Pemerintah Kota Pekalongan mengalokasikan pendanaan APBD, sehingga 10 puskesmas lainnya tetap dapat melaksanakan surveilans,” ujarnya saat melakukan pendampingan di Puskesmas Buaran, Kota Pekalongan, Jumat (7/8/2026).

Atik mengatakan target surveilans adalah meningkatkan persentase air minum rumah tangga yang memenuhi persyaratan, baik dari aspek bakteriologis, fisik, maupun kimia. Hasil pemantauan juga menjadi salah satu indikator kinerja pemerintah daerah dalam penyelenggaraan kesehatan lingkungan.

“Target kami tentu kualitas air minum yang memenuhi syarat terus meningkat, baik dari aspek bakteriologis, fisik maupun kimia. Indikator ini selaras mulai dari kabupaten/kota, provinsi hingga pemerintah pusat,” jelasnya.

Lebih lanjut, berdasarkan hasil pemantauan tahun sebelumnya, kualitas air minum yang bersumber dari jaringan PDAM relatif lebih baik, sementara sejumlah sumber air lainnya masih mengandung bakteri Escherichia coli (E. coli).

Setelah surveilans selesai, imbuhnya, pemerintah kabupaten/kota akan menganalisis hasilnya untuk kemudian dievaluasi bersama pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Hasil tersebut menjadi dasar penentuan pembinaan apabila masih ditemukan kualitas air minum yang belum memenuhi standar.

“Kalau hasilnya belum memenuhi syarat, kami akan melakukan pembinaan bersama kabupaten/kota untuk menyusun strategi yang tepat agar kualitas air minum masyarakat terus meningkat,” katanya.

Selain pembinaan pemerintah, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah mendorong edukasi masyarakat melalui program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), khususnya pilar pengamanan air minum dan makanan rumah tangga. Edukasi diarahkan agar masyarakat lebih cermat memilih sumber air yang memenuhi persyaratan kesehatan.

Penulis: Dian, Tim Liputan Dinkominfo Kota Pekalongan
Editor: Tn, Dinas Komdigi Jateng

Skip to content