
CILACAP-Pada Musim kemarin tahun 2017 ini, Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap mendorong para petani agar melakukan percepatan tanam, terutama pada lahan irigasi teknis di wilayah Cilacap Timur. Langkah ini diambil karena pengeringan Daerah Irigasi/DI Serayu dipercepat dari jadwal semula sehingga pasokan air melimpah. Wilayah DI Serayu meliputi Kecamatan Sampang, Kroya, Maos, Adipala, Nusawungu, Binangun dan Kesugihan.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap Ir. Gunawan, MM didampingi Kepala Bidang Tanaman Pangan Ermawati Syahyuni, SP, MP diruang kerjanya Selasa (05/09) menjelaskan, semula di bulan Agustus ini tidak melakukan tanam padi, karena terikat adanya SK pola tanam dan adanya pengeringan/perbaikan irigasi total irigasi pada 15 Juli sampai dengan 15 September 2017.
Gunawan mengemukakan, berdasarkan pantauan yang dilakukan di lapangan perbaikan jaringan irigasi DI Serayu belum berjalan. Oleh karena itu, melalui himbauan Bupati dan hasil rapat komisi irigasi pada 8 Agustus lalu, maka DI Serayu pada 12 Agustus dibuka kembali.
Gunawan juga menegaskan, tim upaya khusus/UPSUS Kabupaten Cilacap beserta PPL/ Petugas Penyuluh Lapangan, Camat, Kades dan TNI berupaya untuk mensosialisasikan program percepatan luas tambah tanam (LTT) padi serta memotivasi petani untuk segera melaksanakannya melalui sebar petuk.
Dinas Pertanian mendorong petani, agar tanam padi pada musim kemarau ini, karena irigasi sudah dibuka kembali. Ditargetkan pada bulan Oktober percepatan tanam sudah selesai, ujar Gunawan.
Kendati demikian, Gunawan mengakui, hingga saat ini debit DI Serayu belum stabil sehingga air belum menjangkau semua wilayah utamanya Kecamatan Adipala, Binangun dan Nusawungu. Sedangkan wilayah Maos, Kroya dan Binangun sudah ada yang mulai mengolah lahan.
Terkait dengan belum stabilnya debit air, Dinas Pertanian juga sudah mengajukan permohonan penambahan debit air kepada Balai Besar Wilayah Serayu. Karena debit air yang belum stabil, maka belum semua wilayah di DI Serayu dapat melakukan semai dan olah tanah. (hromly)
