Penderita DBD Kabupaten Kendal Cenderung Meningkat

12 February 2019
yandip prov jateng

KENDAL – Pada bulan Januari hingga Februari 2019 ini jumlah penderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Kendal cenderung meningkat. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kendal, pada Januari hanya ditemukan 4 penderita, kemudian pada awal Februari jumlah penderita 13 orang, ternyata sampai Senin (11/2/2019) bertambah menjadi 18 penderita.

Pihak Dinkes Kendal telah berupaya untuk menekan penyebaran penyakit yang diakibatkan oleh nyamuk Aides Aegepty tersebut dengan melakukan fogging di daerah yang telah positif terdapat korban DBD. Selain itu juga telah menggerakkan seluruh masyarakat, melalui puskesmas-puskesmas untuk melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

PLT Kadinkes Kendal Ferinando Rad Bonay mengatakan, penyebarannya ada di beberapa kecamatan, seperti Patean, Pageruyung, Sukorejo, Kaliwungu Selatan, Brangsong, Ngampel, Weleri, Gemuh, Cepiring, Kota Kendal. “Paling banyak adalah Brangsong dengan jumlah penderita 4 orang yang positif DBD,” jelasnya.

Pihak Dinas Kesehatan mengimbau kepada masyarakat agar selalu menjaga kebersihan di rumah dan lingkungan masing-masing, yaitu dengan melakukan 3M (menguras, menutup dan mengubur) supaya nyamuk tidak bisa berkembang biak.

Puskesmas juga memberikan Abate yang disediakan gratis bagi masyarakat yang membutuhkan. Fogging hanya dilakukan di daerah yang positif terkena DBD.

Masyarakat dihimbau untuk tidak melakukan fogging sendiri, karena untuk dikhatirkan takarannya tidak tepat, sehingga tidak bisa membunuh nyamuk, namun justru membuat nyamuk menjadi kebal. “Kami mengapresiasi pihak yang melakukan fogging, sendiri, namun sebaiknya berkonsultasi dengan Dinkes,” himbaunya.

Kasus DBD di Kab Kendal pada tahun 2017 pada periode Januari-Februari sebanyak 27 penderita dan menurun menjadi 8 penderita pada tahun 2018.

Skip to content