Pemkab Semarang Targetkan Stunting di Bawah 5,8 Persen

16 June 2022
yandip prov jateng
Pemkab Semarang Targetkan Stunting di Bawah 5,8 Persen

KABUPATEN SEMARANG – Penanganan kasus stunting atau gagal tumbuh pada anak balita menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Semarang. Meskipun angka prevalensi stunting masih dibawah angka nasional, yang mencapai 27,7 persen.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Semarang Syaiful Nur Hidayat meminta semua pihak untuk turut berkomitmen membantu penanganan stunting itu.

“Saat ini angka prevalensi kita 5,8 persen. Sampai awal tahun 2023 mendatang, targetnya di bawah angka itu,” jelas Syaiful pada acara rembug stunting pemangku kepentingan Kabupaten Semarang di Abimantrana Ballroom The Wujil, Bergas, Kamis (16/6/2022) siang.

Ditegaskan oleh Syaiful, penanganan stunting tidak hanya mencakup pemenuhan gizi ibu hamil dan balita. Faktor lain, terutama penyiapan sanitasi lingkungan yang baik juga berperan penting. Karenanya, semua pemangku kepentingan dari berbagai sektor harus dilibatkan dalam tahapan penanganan.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha, dalam sambutan yang dibacakan Wakil Bupati Basari mengatakan, komitmen yang digalang diharapkan dapat mendukung keberhasialan program penurunan angka stunting.

“Penanganan stunting harus dilakukan secara berkesinambungan. Komitmen yang telah diberikan, diharapkan dapat menjamin kelangsungan program yang terintegrasi. Sehingga, angka stunting dapat menurun,” katanya.

Kabid Kesmas Dinkes Kabupaten Semarang Bambang Pujiyarto menjelaskan, ada 3.930 orang balita yang menderita stunting. Sebagian besar berada di Kecamatan Tengaran. Selain itu, tersebar di Kecamatan Banyubiru, Bergas, Pringapus, Sumowono, Pabelan, dan Bawen.

“Tahun ini ada 20 desa di delapan kecamatan, yang menjadi lokasi penanganan stunting,” terangnya.

Penulis: Junaedi, Diskominfo Kab Semarang
Editor: Di, Diskominfo Jateng

Skip to content