OP BERAS KURANG DIMINATI

16 January 2018
yandip prov jateng
Jpeg

BOYOLALI – Upaya Badan Logistik (Bulog) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) menurunkan harga beras melalui Operasi pasar (OP) Beras tak maksimal. Masyarakat di wilayah Kecamatan Ampel kurang meminati beras medium yang dibawa Bulog, di depan pasar Ampel, Senin (15/1). Dalam operasi pasar kali ini disediakan 5 ton beras medium. Beras dikemas dalam ukuran 25 kg dan 10 kg. Namun untuk kemasan 10 kg, hanya disediakan disediakan 3,5 kwintal atau hanya 35 karung.

Tak seperti dalam kegiatan operasi pasar pada umumnya, yang biasanya langsung diserbu masyarakat untuk membeli karena harganya yang murah. Bahkan masyarakat rela untuk mengantri untuk mendapatkan barang yang dijual dalam OP tersebut.

Namun dalam OP beras di pasar Ampel ini, tidak. Masyarakat yang datang ke lokasi OP, hanya silih berganti. Mereka melihat kualitas berasnya terlebih dahulu. Ada yang membeli, namun ada pula yang tidak.

Untuk yang kemasan 10 kg, telah habis lebih dulu. Sedangkan yang  kemasan 25 kg, hingga siang belum habis. Hingga lewat tengah siang, beras yang terjual sekitar 3 ton dari 5 ton yang disediakan. Sejumlah masyarakat pun kecele dan terpaksa kembali, karena mengira ada kemasan ukuran 5 kg.

Bahkan petugas terus menerus menyiarkan kegiatan OP beras ini melalui pengeras suara yang ada di Pasar Ampel. Hal itu agar, banyak masyarakat yang datang untuk membeli beras yang dibawa.

Pemkab Boyolali bersama Bulog mengelar OP beras menyusul tingginya harga beras di pasaran akhir-akhir ini. untuk itu, melalui OP beras ini diharapkan harga jual beras akan kembali stabil.

Salah seorang konsumen, Tarni, asal Dukuh Tarumulyo, Desa Sampetan, Kecamatan Ampel mengaku senang ada OP ini. Sehingga dapat membeli beras dengan harga murah. “Kualitasnya cukupan, layak konsumsi. Masih enak untuk dikonsumsi,” kata Tarni.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan, Disdagperin Boyolali, Cahyo Wiratno, menambahkan operasi pasar beras tak hanya dilakukan di Kecamatan Ampel. Namun juga akan digelar di 9 kecamatan lainnya.

“OP beras juga akan digelar di Kecamatan Wonosegoro, Klego, Karanggede, Musuk, Andong, Cepogo, Selo dan Kemusu. Setiap titik, akan disediakan 5 ton beras medium,” terang Cahyo.

Dalam pelaksanaannya, juga menggandeng pedagang beras mitra Bulog di wilayah Boyolali. Sehingga beras yang dijual tersebut disediakan oleh mitra Bulog. OP beras dilaksanakan menyusul melambungnya harga beras di pasaran yang mencapai Rp 12 ribu/kg.

Skip to content