KOTA PEKALONGAN – Pengalaman menghadapi api dan mengenali cara pemadaman menjadi bagian dari pembelajaran murid-murid SMK Syafi’i Akrom Kota Pekalongan, Rabu (14/10/2026). Kegiatan itu diselenggarakan oleh pihak sekolah bekerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kota Pekalongan.
Salah seorang peserta simulasi, Nur Zhahrotul Khusna, mengaku awalnya merasa takut saat harus berhadapan langsung dengan api, bahkan kakinya sempat gemetar.
“Namun, pengalaman itu justru memberikan kesempatan untuk belajar menghadapi situasi darurat dengan lebih berani dan memahami pentingnya keselamatan,” kata siswi kelas X Teknik Sepeda Motor (TSM) 2 tersebut.
Sementara itu, salah seorang murid kelas X TSM 2, Azahra Safitri, mengaku memperoleh pengetahuan baru mengenai penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), dan pemadaman api menggunakan kain atau karung goni.
“Praktik ini membantu Saya mengenali berbagai cara penanganan awal kebakaran,” tuturnya.
Kepala Kompetensi Teknik Kendaraan Ringan SMK Syafi’i Akrom, Gandi Prasetya Wibowo, mengatakan simulasi bersama Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kota Pekalongan telah diagendakan secara rutin setiap tahun. Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya sekolah untuk menanamkan budaya keselamatan kerja dan meningkatkan kesiapan siswa menghadapi kondisi darurat.
“Mereka (para pelajar) diharapkan lebih siap dan tanggap dalam melakukan penanganan awal sesuai SOP yang diberikan oleh tim Damkar, sehingga nantinya ketika lulus bisa menerapkannya di dunia kerja,” tutur Gandi.
ia berharap, para siswa tidak hanya menguasai keterampilan teknis otomotif, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap keselamatan diri, rekan kerja, dan lingkungan.
“Dengan memahami potensi bahaya serta membiasakan diri menerapkan SOP, mereka sebagai para calon tenaga kerja otomotif diharapkan mampu bekerja secara profesional, tanggap terhadap keadaan darurat, dan turut mencegah terjadinya kebakaran di lingkungan bengkel,”bebernya.
Kasi Pencegahan dan Informasi Satpol PP dan Damkar Kota Pekalongan, Falentino Eka Laksana Putra, mengatakan, aktivitas perbengkelan memiliki risiko kebakaran yang perlu diantisipasi. Dalam tiga tahun terakhir, kebakaran bengkel sepeda motor pernah terjadi di wilayah Setono dan Grogolan.
Menurut Eka, pencegahan dapat dimulai dengan menata peralatan bengkel, menyimpan bahan bakar dalam wadah yang sesuai dan tertutup rapat, serta memeriksa kondisi kabel kendaraan. Kabel terkelupas atau instalasi listrik yang tidak tertata dapat memicu korsleting dan kebakaran.
“Praktik tersebut memberikan pengalaman langsung kepada siswa untuk mengenali peralatan pemadam dan memahami langkah penanganan awal ketika menghadapi api,”ungkapnya.
Simulasi itu diikuti 100 orang pelajar SMK Syafi’i Akrom Kota Pekalongan, jurusan teknik kendaraan ringan dan otomotif. Para peserta belajar mengenai potensi kebakaran di bengkel, penanganan korsleting listrik pada kendaraan bermotor, serta praktik pemadaman api menggunakan peralatan modern dan metode tradisional.
Penulis: Dian, Tim Liputan Kominfo Kota Pekalongan
Editor: Tn, Dinas Komdigi Jateng
