MAHASISWA KKN UNDIP PENTASKAN TRADISI PERANG OBOR

13 February 2018
yandip prov jateng
MAHASISWA KKN UNDIP PENTASKAN TRADISI PERANG OBOR


SEMARANG – Puluhan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, mementaskan tradisi perang obor, tradisi budaya milik masyarakat Desa Tegalsambi, Kecamatan Tahunan. Pentas digelar dalam acara Paradiso Expo 2018, yang dilaksanakan Senin (12/2) pagi, di Pendapa Kabupaten Jepara. kegiatan dibuka oleh Sekda Jepara Ir. Sholih MM, yang didampingi para pejabat terkait.

Ketua Expo 2018, Afryan Eki Tanoga mengatakan pada kegiatan mahasiswa KKN Undip kali ini, sengaja mengangkat budaya dan kesenian masyarakat di Kabupaten Jepara. Acara, diikuti 348 mahasiswa yang tersebar di empat kecamatan yaitu, Jepara, Mlonggo, Tahunan dan Batealit.

“Masing-masing tim dari kecamatan, kami minta untuk mementaskan kesenian budaya masyarakat yang ada di sana. Seperti halnya, perang obor yang ada ditampilkan oleh teman-teman KKN Kecamatan Tahunan,” kata Afryan.

Selain perang obor, peserta KKN dari Kecamatan Mlonggo juga berkolaborasi dengan para seniman untuk menampilkan kesenian barongan, pentas seni anak, dan lainnya.

“Kami berharap, kesenian di Jepara ini, dapat dipertahankan eksistensinya” ujar dia.

Selain pementasan budaya, Paradiso 2018 juga diisi dengan kegiatan sosial seperti donor darah, kuliner, serta lomba meggambar dan mewarnai bagi siswa/siswi Sekolah dasar (SD) di Kabupaten Jepara. Sedikitnya ada sekitar 140 siswa yang mengikuti lomba tersebut.  Sesuai degan tema kali ini, yaitu mengangkat tentang keresahan. Dari hasil diskusi dengan warga selama melaksnakan KKN, Jepara sebenarnya memiliki potensi yang luar biasa dalam bidang kesenian dan buaya, termasuk kerajinan ukir kayu. Namun, kondisi sekarang ini, kata Afryan, cukup memprihatinkan. Tidak banyak generasi muda, yang peduli dan mau mewarisi kesenian ukir ini. “Jika hal ini, terus dibiarkan maka lama- kelamaan, akan hilang dengan sednirinya,” imbuhnya.

Untuk itu, dalam dekorasi yang ia tampilkan dalam kegiatan Paradiso 2018 ini, sengaja memasang kayu bekas dengan berbagai ukuran, serta dilengkapi dengan ranting kering sebagai simbol keresahan. “Jangan, sampai kerajinan ukir yang indah di Jepara ini, akan menjadi kayu berlobang dimakan rayap dan tidak terpakai,” katanya.

Wakil Rektor I Undip Semarang, Prof. Dr. Ir. Muhammad Zainuri mengatakan, kegiatan KKN regular ini diikuti mahasiswa Undip, mulai bulan Januari sampai dengan Februari 2018. Zainuri berharap, di sisa tugas mereka ini, mahasiswa KKN ini bisa dioptimalkan di lokasi yang ditempati untuk memberikan pengajaran kepada masyarakat.  “Kalo tidak ada halangan, tanggal 13 sampai 15 Februari, mahasiswa akan kami tarik kembali ke Semarang,” kata Zainuri.

Sementara Sekda Jepara Ir. Sholih MM mengapresasi kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN ini. Hal ini merupakan langkah nyata dalam membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan menggali potensi yang ada, melalui berbagai macam kegiatan, pemdampingan dan pemberdayaan. “Dengan begitu, kalian telah ikut berperan dalam pembangunan daerah dan ikut bertanggung jawab terhadap pemecahan berbagai persoalan yang ada di masyarakat,” kata Sholih (Diskominfojepara@dian).

Mascot Padhang
Skip to content