Mendongkrak tingkat partisipasi masyarakat dalam gelaran Pemilihan Umum 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jepara, merekrut relawan demokrasi. Sebanyak 55 orang relawan yang mewaili 10 basis di masyarakat ini, dikukuhkan pada, Kamis (17/1) di Hotel D’Season Premiere, Bandengan, Jepara.
Komisioner KPU Jepara Muhammadun mengatakan, pembentukan relawan demokrasi sebelumnya melalui proses seleksi. Kemudian, mengerucut 55 nama yang dinilai mewakili 10 basis masyarakat.”Selain itu juga ada pendaftar dari luar lembaga. Semua berkas pendaftaran kami terima dan kami seleksi, lalu wawancara,” kata Muhammadun.
Basis masyarakat dimaksud adalah basis keluarga, basis pemilih pemula, basis pemilih muda, basis pemilih perempuan, basis pemilih penyandang disabilitas, basis pemilih berkebutuhan khusus, basis pemilih marginal, basis komunitas, basis keagamaan, dan basis warganet.
Usai pengukuhan, mereka langsung diberi pembekalan materi-materi seputar kepemiluan yang menjadi bekal mereka nanti di basis-basis kelompoknya. Di antara materi yang diberikan adalah pentingnya demokrasi, pemilu, dan partisipasi. Selain itu juga tentang tata cara pemberian suara dalam pemilu, peserta pemilu, hak pilih, juga manajemen informasi kepemiluan. Setelah pengukuhan, para relawan akan langsung terjun ke masyarakat.”Secara administratif, tugas mereka sampai dengan pelaksanaan pemilu 2019, persisnya tiga bulan,” kata dia.
Secara nasional, ada grafik penurunan partisipasi dalam beberapa pemilu terakhir. Pada pemilu 1999, angka partisipasinya 92 persen, lalu turun menjadi 84 persen pada 2004, dan turun lagi menjadi 71 persen pada 2009. Setelah itu, sedikit naik menjadi 73 persen pada pemilu 2014 lalu. Pada 2019 ini, partisipasinya ditarget minimal 77,5 persen. “Saya berharap, ada peningkatan tingkat partisipasi di tahun ini,” kata dia
