KOLOSAL ADEGING KOTA SALA MERIAHKAN HARI JADI KOTA SOLO

20 February 2018
yandip prov jateng
KOLOSAL ADEGING KOTA SALA MERIAHKAN HARI JADI KOTA SOLO

SOLO – Dalam rangkaian perayaan Hari Jadi Kota Solo ke 273, warga masyarakat Solo dihadiahi berbagai event budaya mulai dari Festival Jenang 2018, Kirab Boyong Kedhaton, hingga Pentas Kolosal Adeging Kutha Sala yang dilaksnaakan Minggu (19/2) pagi di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman Solo. Pentas Adeging Kota Sala melibatkan ratusan penari dan pengrawit yang mengkisahkan terbentuknya Kota Solo dan Keraton Surakarta. Dalam pentas tersebut, Walikota Surakarta, FX. Hadi Rudyatmo, menyatakan keinginannya agar warga masyarakat mengerti filosofi dan perjuangan leluhur dalam membangun Desa Sala yang sekarang dikenal dengan Kota Solo.

“Seluruh warga Surakarta harus tahu bahwa terbentuknya Kota Solo ini melibatkan persatuan dan kesatuan semua elemen masyarakat, jadi kita harus jaga Kota kita jangan sampai terpecah belah,” jelasnya ketika maju di panggung bersama para penari.

Kolosal Adeging Kuta Sala mengkisahkan rangkaian perjalanan sejarah yang bermula dari runtuhnya Keraton Kartasura akibat perang dengan pasukan Mas Garendi, sehingga pusat pemerintahan kerajaan Jawa itu harus dipindahkan ke Desa Sala atau Kota Solo sekarang. Pementasannya sendiri tidak menggunakan dialog, tetapi dengan iringan narasi berbahasa Indonesia serta dalam bentuk syair tembang Jawa.

Walikota Surakarta mengapresiasi dukungan seniman yang ada, terutama generasi muda agar terus melestarikan budaya Jawa yang menjadi khas Kota Solo. Dia melanjutkan, lewat opera dan kolosal masyarakat dapat bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo dalam membangun kota menjadi semakin baik. Ia mengharapkan adanya sinergitas masyarakat untuk mewujudkan  Solo yang aman dan nyaman tak hanya oleh pemkot.

Skip to content