Kenduri Batik Batang Angkat Perajin dan UMKM Lokal

20 October 2026
Yandip Prov Jateng (1)
Kenduri Batik Batang Angkat Perajin dan UMKM Lokal

BATANG – Kenduri Batik di Sikembang Park, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Sabtu (17/10/2026), menjadi sarana bagi perajin Batik Rifaiyah untuk mengenalkan karya mereka langsung kepada masyarakat.

Salah satu pegiat Batik Rifaiyah, Miftakhutin, mengaku terharu dengan penyelenggaraan Kenduri Batik.

“Ini penghargaan luar biasa bagi kami, batik ternyata dihargai sedemikian rupa, saya sampai terharu,”

Ditambahkan, pemilihan lokasi di kawasan wisata alam juga memberinya inspirasi untuk terus mengenalkan batik khas Batang kepada masyarakat yang lebih luas.

Senada, salah seorang pengunjung acara, Lailita, menilai kegiatan Kenduri Batik menarik minatnya karena lokasi dan isi pamerannya.

“Cocok banget kalau pameran batiknya di sini, asri dan sejuk banget di sini. Batiknya bagus-bagus dan bisa menginspirasi generasi muda yang mungkin jarang pakai batik, supaya lebih mencintai dan terbiasa pakai batik di kesehariannya,” ujar karyawan swasta tersebut.

Ia berharap kegiatan ini dapat dijadikan agenda tahunan, supaya destinasi wisata Sikembang makin dikenal dan secara perekonomian, berdampak positif bagi UMKM.

Ketua Dekranasda Kabupaten Batang, Faelasufa Faiz Kurniawan, mengatakan, pemilihan kawasan hutan pinus juga dimaksudkan untuk mengingatkan masyarakat tentang keterkaitan batik dengan alam. Menurutnya, bahan pewarna alami dan unsur alam yang muncul dalam motif batik perlu diiringi kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

“Batik ini kan tidak lepas dari alam, seperti pewarnaan alam, lalu mengingatkan kita agar selalu menjaganya agar tidak rusak di tengah kesuksesan para pembatiknya, makanya kami pilih Kenduri Batik di tengah hutan pinus,” tegasnya.

Faelasufa berharap para penggiat batik Rifaiyah dapat terus mengembangkan eksistensinya ke pasar nasional.

“Sekarang pembatik Rifaiyah di Batang sudah mulai naik kelas, setelah intens mengikuti berbagai even pameran di tingkat nasional. Di antaranya ke Inacraft, Kriya Nusa, Karya Kreatif Indonesia, Adiwastra, yang dampaknya dirasakan pembatik langsung,” bebernya.

Menurutnya, selain pameran dan perluasan pasar, para pembatik juga membutuhkan pelatihan dari para pakar dan pengusaha batik yang telah sukses.

“Belum lama ini kami ajak para pembatik Batang ke Surakarta, untuk mengetahui detail cara pengemasan, pemilihan kain agar lebih menarik konsumen, terbukti ketika pameran kemasan batik kita lebih menarik,” tegasnya.

Pameran UMKM

Selain batik Rifaiyah, Kenduri Batik memberi kesempatan kepada pelaku UMKM untuk menawarkan produk mereka.

Hal itu dirasakan ileh salah satu peserta bazar, Dian, yang menjual makanan tradisional seperti mi kenyol, pecel, dan buntil.

Ia berharap bazar dapat membantu memperluas jangkauan konsumennya.

“Semoga sering digelar event seperti ini, biar kami tambah konsumen, dan bisa nutup target Rp1 juta hari ini,” harapnya.

Penulis: Heri, Kontributor Batang
Editor: Tn, Dinas Komdigi Jateng

Skip to content