PURBALINGGA, INFO – Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Pakis Nusantara Desa Tidu menyelenggarakan seminar ‘Belajar Membaca Tanpa Mengeja’. Sasaran seminar ini sendiri yakni para ibu dan guru yang ada di Desa Tidu dan sekitarnya. “Pesertanya kurang lebih ada 100 yang diikuti para ibu dan guru tidak hanya untuk Desa Tidu saja tapi dari desa lain juga ada yang ikut,” kata Ketua KIM Pakis Nusantara, Kistam saat ditemui di sela-sela acara Seminar ‘Belajar Membaca Tanpa Mengeja’ di PAUD Terpadu Hubbul Quran Desa Tidu, Rabu (1/5).
Menurut Kistam, seminar tersebut diselenggarakan guna memberikan metode baru bagi para orang tua yang memiliki anak usia belajar membaca dan guru khususnya untuk mengajarkan anak membaca dengan metode baru. Untuk itu KIM Pakis Nusantara menghadirkan pemateri yang mumpuni di bidang tersebut yakni Intan Noviana yang mendalami ilmu tersebut. “Kami mengundang pembicara ini karena mendalami metode pembelajaran ‘Belajar Membaca Tanpa Mengeja’,” ujarnya.
Metode ‘Belajar Membaca Tanpa Mengeja’ ini sendiri ia melanjutkan sebagai revolusi pembelajaran. Jadi metode pembelajaran ini metode yang menyenangkan bagi anak, sehingga anak bisa belajar tanpa merasa terkekang. “Jadi metode pembelajaran yang selama ini kita gunakan itu kadang terlalu mengekang ke anak-anak,” jelas Kistam.
Untuk itu sebagai pembelajaran alternatif bagi orang tua dan guru tentunya metode pembelajaran yang diberikan diharapkan bisa digunakan untuk lebih memudahkan anak-anak belajar. Sehingga anak-anak bisa dengan mudah menangkap apa yang diajarkan oleh orang tua maupun guru. “Dengan adanya forum seperti ini harapannya orang tua ataupun guru tau lha metode pembelajaran alternatif yang lebih membahagiakan anak-anak jadi mereka cepat bisa menangkap dan bisa belajar membaca dengan mudah,” katanya.
Kemudian, anak-anak sejak usia dini sebagai generasi penerus bisa lebih baik lagi dalam hal membaca dibandingkan generasi-generasi terdahulu. Pada akhirnya nanti mereka akan menjadi generasi yang berilmu. “Dan mereka bisa membaca dengan menyenangkan, dengan mereka gemar membaca maka jendela ilmu ini sudah terbuka lebar untuk mereka,” pungkas Kistam.
