Kasus ISPA Pekalongan Naik, Warga Diimbau Waspada

17 October 2026
Yandip Prov Jateng (1)
Kasus ISPA Pekalongan Naik, Warga Diimbau Waspada

KOTA PEKALONGAN – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Pekalongan mencapai 2.513 kasus, pada pekan ke-38 tahun 2026. Jumlah itu meningkat 13,1 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, yakni sebanyak 2.222 kasus.

Informasi itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan Puji Winarti, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (16/10/2026).

Ia mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di area berdebu.

“Kekeringan seperti ini, inginnya segera minum es. Penjual makanan atau jajanan yang tidak tertutup juga bisa terkena debu dan ini bisa menjadi pemicu,” jelasnya.

Puji juga berpesan agara warga menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker ketika beraktivitas di lingkungan berdebu, serta memastikan makanan dan minuman terlindungi. Masyarakat juga diminta menjaga kecukupan istirahat dan asupan cairan.

Ia menjelaskan, gejala ISPA dapat berupa demam, batuk kering, sakit tenggorokan, nyeri otot dan sendi, sakit kepala, serta kelelahan. Warga yang mengalami gejala ISPA dan belum membaik setelah lebih dari tiga hari, segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat, terutama puskesmas.

“Kalau lebih dari tiga hari belum sembuh, silakan datang ke pelayanan kesehatan terdekat, tentunya puskesmas. Nanti akan diperiksa dan diberikan obat-obatan sesuai standar,” tuturnya.

Puji menambahkan, penanganan pasien dilakukan sesuai kondisi dan kebutuhan medis. Sebagian besar kasus ISPA dapat ditangani di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama, sedangkan rujukan ke rumah sakit dilakukan secara berjenjang sesuai hasil pemeriksaan.

“Tentunya masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap waspada dan menjaga kesehatan,” pungkasnya.

Penulis: Dian, Tim Liputan Kominfo Kota Pekalongan
Editor: Tn, Dinas Komdigi Jateng

Skip to content