KOTA PEKALONGAN – Seminggu sebelum Ramadan, stok gas elpiji ukuran 3 kilogram di wilayah Kota Pekalongan dijamin aman. Begitu pula dengan distribusinya.
Kepastian tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dindagkop-UKM Kota Pekalongan, Wismo Adityo, saat dihubungi di kantornya, Rabu (11/2/2026).
Ia menegaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan terus melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap distribusi elpiji tiga kilogram ecara intensif, khususnya menjelang dan selama bulan Ramadan.
“Dari hasil pemantauan sementara, stok elpiji tiga kilogram di Kota Pekalongan masih dalam kondisi aman dan distribusinya berjalan lancar,” ungkap Wismo.
Ia juga mengingatkan kepada seluruh pengelola pangkalan gas elpiji untuk mematuhi ketentuan yang berlaku, khususnya terkait penjualan sesuai harga eceran tertinggi (HET), serta penyaluran elpiji bersubsidi agar tepat sasaran.
“Elpiji tiga kilogram ini merupakan barang bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak. Kami mengimbau agar tidak ada penimbunan maupun penjualan di atas HET. Jika ditemukan pelanggaran, tentu akan kami tindak sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Wismo juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying). Kepanikan justru dapat memicu gangguan distribusi, padahal pasokan elpiji tiga kilogram di Kota Pekalongan dipastikan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan.
Salah seorang pemilik agen elpiji di Kota Pekalongan, Wildan Fuadi, menyampaikan, rata-rata pasokan harian elpiji tiga kilogram yang diterima mencapai 6 load order (LO). Satu LO terdiri dari 560 tabung, sehingga total pasokan harian mencapai sekitar 3.360 tabung gas elpiji tiga kilogram. Jumlah tersebut dinilai masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kondisi normal.
Elpiji tiga kilogram tersebut selanjutnya didistribusikan ke 61 titik pangkalan yang tersebar di seluruh wilayah Kota Pekalongan. Pihak agen memastikan pendistribusian dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku agar tepat sasaran dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara merata.
Terkait harga, Wildan menyebut, harga jual elpiji tiga kilogram dari agen ke pangkalan sebesar Rp15.520 per tabung, sementara Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan di tingkat pangkalan sebesar Rp18.000 per tabung.
Menghadapi Ramadan, pihak agen memperkirakan akan terjadi peningkatan permintaan sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Namun demikian, Wildan optimistis pasokan tetap dalam kondisi aman.
“Perkiraan kami untuk Ramadan masih aman seperti tahun lalu. Memang ada peningkatan permintaan, dan biasanya akan ada tambahan sekitar 4 LO untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Penulis: Dian, Tim Liputan Dinkominfo Kota Pekalongan
Editor: Tn, Diskomdigi Jateng
