Harga Lebih Murah, GPM di Windusari Diserbu Warga

23 April 2026
Yandip Prov Jateng (2)

MUNGKID – Pemerintah Kabupaten Magelang terus berkomitmen menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat daya beli masyarakat melalui Gerakan Pangan Murah (GPM). Kegiatan yang dirangkai dalam program TMMD Sengkuyung di Desa Gondangrejo, Kecamatan Windusari, Rabu (22/4/2026), tersebut disambut antusias oleh warga.

Sejak pagi, masyarakat berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. Tingginya minat warga mencerminkan besarnya kebutuhan terhadap akses pangan yang stabil, terutama di tengah fluktuasi harga bahan pokok.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan pada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang, Sri Triyatiningsih, menyampaikan, GPM merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi sekaligus memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan.

“Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Magelang berupaya hadir secara langsung di tengah masyarakat untuk menjaga stabilitas harga serta memastikan kebutuhan pokok tetap dapat diakses dengan harga yang wajar,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah komoditas dijual di bawah harga pasar. Gula pasir ditawarkan mulai Rp16.000 per kilogram, minyak goreng Rp15.500 per liter, serta beras SPHP sekitar Rp11.600 per kilogram. Selain itu, beras premium seperti Mentik Wangi dan IR 64 juga tersedia dengan harga mulai Rp13.000 per kilogram.

Untuk komoditas hortikultura, bawang merah dijual Rp30.000 per kilogram, bawang putih Rp28.000 per kilogram, cabai merah keriting Rp30.000 per kilogram, dan cabai rawit merah Rp40.000 per kilogram—lebih rendah dibandingkan harga acuan pasar.

Sri menambahkan, guna menjaga efisiensi distribusi dan menekan harga di tingkat konsumen, beberapa komoditas seperti bawang, cabai, dan telur turut difasilitasi melalui dukungan bongkar muat serta pengemasan.

Selain kegiatan insidental, Pemkab Magelang juga memperkuat jaringan distribusi melalui kios pangan murah yang tersebar di berbagai desa. Saat ini, sebanyak 53 kios telah beroperasi dengan dukungan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah.

Melalui berbagai upaya tersebut, pemerintah berharap masyarakat tetap tenang menghadapi fluktuasi harga serta memiliki akses yang lebih mudah terhadap bahan pangan dengan harga terjangkau.

“Ke depan, Gerakan Pangan Murah akan terus kami dorong untuk menjangkau lebih banyak wilayah, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat Kabupaten Magelang,” pungkasnya.

Salah satu warga, Munti (30), mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Menurutnya, harga bahan pangan yang ditawarkan jauh lebih murah dibandingkan di warung.

“Ya, ada perbedaan harga, lebih terjangkau. Selisihnya lumayan banyak,” ujarnya.

Warga lainnya juga berharap kegiatan serupa dapat terus digelar dan menjangkau lebih banyak desa.

“Ini sangat membantu. Semoga ke depan gerakan pangan murah seperti ini bisa masuk ke desa-desa,” katanya.

Penulis: KontributorKabMgl
Editor: WH/DiskomdigiJtg

Skip to content