Masuk Masa Integrasi, Warga Binaan Bisa Pulang dengan “Manji Keren”

06 May 2026
Yandip Prov Jateng (1)

KOTA PEKALONGAN – Warga Binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Pekalongan, terutama mereka yang telah memasuki masa integrasi, dapat menikmati layanan khusus pulang ke rumah, bertajuk Manji Keren, alias Mobil Antar Jemput Narapidana Integrasi dan Kelompok Rentan.

Kepala Rutan Pekalongan, Nanang Adi Susanto, menjelaskan, Manji Keren diberikan kepada narapidana yang tidak memiliki penjemput, mengalami keterbatasan ekonomi, maupun berdomisili jauh dari Rutan.

Menurutnya, layanan ini tidak hanya sebatas antarjemput biasa, tetapi menjadi bagian dari upaya memastikan proses kepulangan berjalan aman, tertib, dan penuh rasa kemanusiaan.

“Program ini kami hadirkan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga binaan, agar mereka dapat kembali ke masyarakat dengan lebih siap dan tanpa hambatan, terutama dalam hal transportasi. Kami ingin memastikan mereka pulang dengan aman, layak, dan bermartabat,” ujarnya, saat acara sosialisasi program Manji Keren di Lapangan Rutan setempat, baru-baru ini.

Ia menambahkan, layanan Manji Keren mencakup pengantaran dari Rutan ke Balai Pemasyarakatan (Bapas) atau dari Rutan langsung ke rumah penerima layanan. Cakupan wilayahnya tidak hanya di dalam kota, tetapi hingga luar kota. Dengan begitu, seluruh WBP yang memenuhi kriteria dapat merasakan manfaat program ini secara merata.

“Untuk memperkuat implementasi layanan tersebut, Rutan Pekalongan juga menjalin sinergi lintas instansi, salah satunya dengan pengelola Terminal Tipe A Pekalongan,” beber Nanang.

Kerja sama tersebut, imbuhnya, difokuskan pada penyediaan armada bus serta pengelolaan tiket bagi penerima layanan yang akan kembali ke daerah asal di luar kota. Dengan adanya kolaborasi ini, proses pemulangan diharapkan semakin terkoordinasi, aman, dan efisien.

Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, M Anang Saefulloh, menambahkan, program ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga memiliki nilai sosial yang tinggi.

Ia berharap inovasi ini mampu memperkuat citra positif pemasyarakatan sebagai institusi yang tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan, tetapi juga memberikan pelayanan yang responsif, inklusif, dan berorientasi pada kemanusiaan.

“Dengan semangat pelayanan yang terus ditingkatkan, kami berkomitmen untuk menghadirkan berbagai terobosan yang berdampak nyata, demi mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap sistem pemasyarakatan di Indonesia,” tuturnya.

Salah satu WBP setempat, berinisial AR, mengapresiasi program tersebut. Ia menilai, layanan ini memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan kepercayaan diri untuk kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

“Program ini sangat membantu kami. Kami merasa diperhatikan karena bahkan proses pulang ke rumah pun sudah dipikirkan. Ini membuat kami lebih siap untuk memulai hidup baru,” tutupnya.

Penulis: Dian, Tim Liputan Kominfo Kota Pekalongan
Editor: Tn/Ul, Komdigi Jateng

Skip to content