Hadirkan Kartini Inkubator Bisnis, Wadah Wirausaha Dukung UMKM Naik Kelas

05 May 2026
Yandip Jateng Prov (4)

JEPARA – Pemerintah Kabupaten Jepara terus berupaya memperkuat ekosistem Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta industri lokal, dengan mendorong lahirnya wirausaha baru yang mandiri dan berdaya saing. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui program Kartini Inkubator Bisnis, yang digagas oleh Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi setempat.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Jepara, Zamroni Lestiaza menjelaskan, program pendampingan Kartini Inkubator Bisnis 2026 dilaksanakan selama tujuh bulan secara paralel. Para pelaku usaha akan didampingi oleh enam mentor dan enam pendamping tenant.

Disampaikan, dari total 87 pendaftar, terpilih 30 pelaku usaha (tenant) yang lolos seleksi. Mereka kemudian dibagi ke dalam enam kelompok, masing-masing terdiri dari lima tenant. Setiap kelompok mendapatkan pendampingan intensif dari satu mentor dan satu pendamping.

Selama program berlangsung, lanjutnya, peserta akan memperoleh berbagai fasilitas dari pemerintah daerah, seperti workshop tematik, business matching untuk membuka akses pasar dan permodalan, benchmarking sebagai studi komparasi bisnis, hingga literasi sertifikasi halal, serta akses ketenagakerjaan.

“Ini menunjukkan komitmen Pemkab Jepara dalam mengembangkan UMKM agar naik kelas, sehingga visi Jepara yang Makmur, Unggul, Lestari, dan Religius (Mulus) dapat terwujud,” ujar Zamroni, pada launching Kartini Inkubator Bisnis, di Gedung Shima, Selasa (5/5/2026).

Sementara itu, Bupati Jepara, Witiarso Utomo mendorong para peserta untuk terus meningkatkan kapasitas dan kapabilitas usaha. Dia juga meminta dinas terkait untuk melakukan evaluasi terhadap berbagai kelemahan program, agar dapat diperbaiki dan berkelanjutan pada tahun berikutnya.

“Melalui program inkubator bisnis ini, diharapkan lahir tunas-tunas wirausaha yang mampu memperkuat ekosistem industri lokal Jepara, sekaligus mendukung ekonomi keluarga,” ujar Mas Wiwit, sapaan akrabnya.

Lebih lanjut, bupati menegaskan, keberhasilan program ini membutuhkan komitmen bersama. Para peserta diminta memiliki roadmap bisnis yang jelas serta target peningkatan omzet.

Pada kesempatan itu, bupati juga mengingatkan agar para peserta tidak berhenti di tengah jalan. Menurutnya, masa inkubasi selama tujuh bulan merupakan investasi penting untuk masa depan usaha.

“Hadapi setiap tantangan dan serap ilmu sebanyak-banyaknya dari para mentor. Lakukan scale-up, karena target kita bukan sekadar bertahan, tetapi bagaimana usaha bisa naik kelas. Mari kita bangga dengan UMKM lokal, sinergi kuat, Jepara hebat,” pungkasnya.

Penulis: Diskominfo Jepara/STY
Editor: Di, Diskomdigi Jateng

Skip to content