KOTA PEKALONGAN – Sebanyak 90 paket sembako dibagikan oleh Ikatan Guru Taman Kanak Indonesia (IGTKI) Kota Pekalongan. Bantuan tersebut diperuntukan guru honorer yang terkena musibah banjir sebagai bentuk simpati bagi guru non-PNS yang terkena rob.
Bantuan diserahkan Wakil Wali Kota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaid di TK Batik PPIP Keputran, Jumat (12/6/2020). Ia mengatakan, berdasarkan perkiraan BMKG, musibah rob masih akan berlangsung sampai akhir Juni. Oleh karenanya, ia meminta masyarakat terus waspada. Pihaknya juga mengimbau agar masyarakat saling membantu meringankan beban warga yang terimbas naiknya air laut tersebut.
“Pada 13 dan 26 Juni ini akan terjadi gelombang tinggi. Mudah-mudahan ini tidak menimbulkan dampak yang tinggi untuk Kota Pekalongan. Rob sampai saat ini belum surut. Semoga lekas surut sehingga warga Kota Pekalongan dapat nyaman tinggal di rumahnya,” ungkap Aaf, sapaan akrab wakil wali kota.
Ketua IGTKI Kota Pekalongan Niniek Wahyuni mengungkapkan, bantuan itu merupakan sumbangsih anggota yang ingin membantu sesama rekan guru non-PNS di sekolah swasta, yang belum sertifikasi.
“Alhamdulillah terkumpul donasi dari cabang-cabang IGTKI dan kami dibantu oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Surya Trauma Healing, dan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekalongan sehingga kami dapat membagikan 90 paket sembako,” terangnya.
Niniek menambahkan, bantuan yang diberikan itu bukanlah yang pertama. Sebelumnya, ia dan jajarannya juga sempat membagi 2.000 nasi bungkus dan menyalurkan donasi ke tujuh lembaga yang terkena rob.
“Kali ini pembagian paket sembako dan setelah ini akan membagikan tempat cuci tangan dan sabun kepada 84 lembaga TK di Kota Pekalongan,” pungkas Niniek.
Penulis : Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan
Editor : Rk, Diskominfo Jateng


