
SOLO – Kemarin (09/01) Kepala Bulog Subdrive III Surakarta Titov Agus Sabelia menggelar OP (Operasi Pasar) di Pasar Gede. Agus mengatakan, konsumsi beras terus-menerus meningkat sejak akhir 2017. Oleh karena itu OP digelar sebagai upaya mengendalikan harga beras di pasaran.
“Akhir tahun kemarin sudah kami gelar operasi pasar, habis 27ton. Ternyata permintaan masih banyak, makanya kami gelar OP kembali hari ini,” jelas Agus (09/01).
Terkait ketersediaan beras, Agus juga memastikan stok aman hingga Maret 2018. Bahkan, setelah menggelontorkan 20 ton, tak menutup kemungkinan Bulog akan menambah pasokan OP lagi. Pada awalnya Bulog menyalurkan beras dengan harga Rp 9.000/kg eceran. Setelah dievaluasi, ternyata minat masyarakat terhadap beras tersebut cukup tinggi. Masih berdasarkan evaluasi, masyarakat lebih menyukai beras dengan kualitas lebih baik, sehingga stok beras Bulog diolah kembali untuk menghasilkan beras berkualitas lebih baik.
“Jadi mulai Selasa, beras dari kami harganya Rp 9.350. kualitas beras yang kami jual juga lebih baik seperti tingkat broken bulir beras yang lebih rendah, kekeringan beras yang lebih tinggi, dan lain-lain,” imbuhnya.
Selain itu, Bulog terbuka juga menerima pedagang yang ingin bermitra dengan Bulog. Untuk menjadi mitra yang menjual beras Bulog, pedagang bisa mendatangi Kantor Bulog Subdrive III Surakarta atau Dinas Perdagangan Solo dengan persyaratan harus memiliki kios di pasar tradisional.
