BATANG – Menyusul ujicoba pembelajaran tatap muka yang telah dilaksanakan pada Maret lalu, satuan pendidikan kini bersiap untuk melakukan PTM pada tahun ajaran baru Juli 2021. Seluruh pihak bersiap, tak terkecuali para guru yang tergabung dalam PGRI Kabupaten Batang.
Ketua PGRI Batang, M Arief Rohman mengatakan, para guru siap menyambut PTM serentak yang akan digelar bulan Juli 2021. Setelah sebelumnya, pada 9 Maret lalu, di Kabupaten Batang, dinyatakan masuk zona hijau, kecuali di Kecamatan Batang Kota dan Kecamatan Limpung.
“Kami juga terus menjalin koordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19 di semua tingkatan, orang tua murid serta seluruh anggota PGRI, sudah sejak lama mendukung PTM agar dilakukan secepatnya, namun tetap memperhatikan disiplin protokol kesehatan,” kata Arief.
Sedangkan, khusus untuk Kecamatan Batang Kota dan Kecamatan Limpung, masih harus menunggu keputusan pemerintah. Sebab berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri, daerah yang akan digunakan untuk PTM, harus berzona hijau.
“Orang tua tidak hanya membuat surat pernyataan mendorong untuk melaksanakan PTM. Walaupun ada sebagian orang tua yang tidak menyetujui PTM, kami menghormati itu. Sehingga satuan pendidikan harus memberikan dua layanan yakni Belajar Dari Rumah (BDR) dan pembelajaran tatap muka,” ucapnya.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Batang, Sabar Mulyono mengemukakan, saat ini proses vaksinasi dosis kedua terhadap para tenaga pendidik dan tenaga kependidikan telah selesai.
“Sebagian besar guru sudah menerima vaksin, jadi bisa dipastikan tahun ajaran 2021/2022, PTM segera dilaksanakan,” ungkapnya, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (15/4/2021).
Pihaknya berharap awal tahun ajaran baru nanti, PTM bisa digelar. “Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang dilaksanakan dalam waktu yang berkepanjangan itu, menimbulkan banyak permasalahan,” ujarnya.
Di antaranya, lanjutnya, munculnya fenomena generasi muda tidak bisa meningkatkan kompetensinya, karena ada penundaan proses pendidikan. Selain itu, dikhawatirkan terjadinya penurunan karakter siswa. “Terus terang saja, sekarang ketika anak-anak diminta tatap muka, kondisi rambutnya sudah macam-macam warnanya,” bebernya.
Menghadapi PTM, Disdikbud mengimbau para pendidik harus mematuhi protokol kesehatan. “Bisa dipastikan hukum alam akan berlaku. Barangsiapa yang disipin dalam penerapan protokol kesehatan, dialah yang selamat, karena ketika PTM diterapkan, sebenarnya mengutamakan keselamatan dan kesehatan peserta didik,” imbuhnya.
Penulis : Hr, MC Batang Jateng
Editor : Rk, Diskominfo Jateng
