PATI – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra melepas secara simbolis bantuan air bersih dari PT BPR Bank Daerah Pati melalui program CSR bagi masyarakat terdampak kekeringan, dari halaman Setda kabupaten setempat, Rabu (23/9/2026).
Chandra menyampaikan apresiasi atas kepedulian PT BPR Bank Daerah Pati, yang turut membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih di tengah kondisi kekeringan, dengan total sekitar 100 tangki air bersih.
“Terima kasih atas partisipasi PT BPR Bank Daerah Pati, dalam membantu masyarakat yang terdampak kekeringan,” ujar Chandra.
Dia berharap, bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di desa-desa yang terdampak kekeringan.
Disampaikan, berdasarkan data BPBD Pati, kekeringan telah berdampak pada 40 desa yang tersebar di 10 kecamatan, dengan sekitar 5.054 kepala keluarga atau 17.172 jiwa mengalami krisis air bersih. Selain berdampak terhadap kebutuhan air masyarakat, kekeringan juga telah menyebabkan sekitar 1.700 hektare lahan terdampak. Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar, Pemkab Pati meningkatkan status penanganan kekeringan dari siaga menjadi tanggap darurat.
Hingga pertengahan September 2026, lanjutnya, bantuan air bersih yang telah didistribusikan di Kabupaten Pati tercatat mencapai 158 tangki atau sekitar 740.000 liter. Dengan tambahan 100 tangki dari Bank Daerah Pati, jangkauan bantuan air bersih bagi masyarakat terdampak dapat semakin luas.
Direktur PT BPR Bank Daerah Pati, Arif Budiarto mengatakan, bantuan 100 tangki tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat Kabupaten Pati, yang sedang menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih.
“Hari ini alhamdulillah, PT BPR Bank Daerah Pati dapat ikut membantu meringankan beban dari saudara-saudara kita yang kekurangan air. Meskipun hanya 100 tangki, tapi itu bentuk kepedulian kami terhadap kondisi masyarakat Pati, yang sedang mengalami kekeringan atau kekurangan air,” ungkap Arif.
Sebagai informasi, wilayah yang mengalami dampak kekeringan antara lain Jakenan, Gabus, Winong, Tambakromo, Jaken, Pucakwangi, Kayen, Dukuhseti, Pati, dan Sukolilo. Dari pemetaan BPBD, wilayah Jakenan tercatat sebagai salah satu kawasan dengan kondisi krisis air bersih paling parah, disusul Jaken dan Winong.
Penulis: Kontributor Kab Pati
Editor: Di, Diskomdigi Jateng


