Antisipasi Arus Lalin saat Lebaran, Pekalongan Siapkan Strategi

16 March 2026
Yandip Prov Jateng (1)
Antisipasi Arus Lalin saat Lebaran, Pekalongan Siapkan Strategi

KOTA PEKALONGAN – Kota Pekalongan menyiapkan sejumlah fasilitas dan skenario pengaturan lalu lintas, mulai dari pos pengamanan hingga skenario rekayasa lalu lintas.

Kasat Lantas Polres Pekalongan Kota, Andi Susanto, mengungkapkan, pihaknya memantau kondisi lalu lintas secara intensif, melalui pos-pos pengamanan yang tersebar di wilayah hukum Polres Pekalongan Kota.

“Polres Pekalongan Kota memiliki tiga pos yang terdiri dari Pos Terpadu, Pos Pengamanan, dan Pos Pelayanan,” ungkapnya, saat ditemui di kantornya, Sabtu (14/3/2026).

Ia menjelaskan keberadaan pos-pos tersebut menjadi bagian dari strategi pengamanan, selama masa arus mudik dan balik Lebaran. Selain berfungsi sebagai titik pengawasan lalu lintas, pos tersebut juga memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya para pemudik yang melintas di wilayah Kota Pekalongan.

Ditambahkan, berdasarkan perkiraan kepolisian, puncak arus mudik yang memasuki wilayah Kota Pekalongan diprediksi terjadi pada Rabu (18/3/2026). Guna mengantisipasi lonjakan kendaraan tersebut, seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Ketupat Candi 2026 disiagakan selama 24 jam penuh.

Sebagai langkah antisipasi, pihaknya telah menyiapkan sejumlah skema rekayasa lalu lintas, antara lain pengalihan arus kendaraan melalui Jalan Hayam Wuruk, sebagai jalur pengurai lalu lintas.

“Pengamanan dilakukan sepanjang jalur utama sekitar 9,6 kilometer, mulai dari wilayah perbatasan kota hingga ruas jalan strategis lainnya, yang menjadi lintasan kendaraan pemudik. Selain menjaga kelancaran arus lalu lintas, petugas juga berupaya mencegah terjadinya kecelakaan, selama masa arus mudik dan balik Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi,” bebernya.

Lebih lanjut, terdapat beberapa titik yang berpotensi menimbulkan kepadatan arus kendaraan, salah satunya di perlintasan kereta api sebidang yang berada di Jalan KH Mansyur, tepatnya di kawasan sekitar Stasiun Kota Pekalongan.

“Kami mengantisipasi potensi kepadatan yang disebabkan oleh perlintasan kereta api sebidang di Jalan KH Mansyur. Kereta yang akan berhenti maupun berangkat dari Stasiun Pekalongan kecepatannya melambat, sehingga palang pintu tertutup lebih lama, dan dapat menimbulkan antrean kendaraan,” jelasnya.

Pihaknya juga mengimbau seluruh masyarakat, khususnya para pemudik, untuk selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan. Pengendara diminta mematuhi rambu-rambu lalu lintas, menjaga kecepatan kendaraan, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak jalan, sebelum melakukan perjalanan jauh.

Pemudik juga diingatkan untuk tidak memaksakan diri, apabila merasa lelah saat berkendara.

“Keselamatan menjadi hal yang paling utama. Kami mengimbau kepada para pemudik untuk mematuhi aturan lalu lintas, menjaga kondisi fisik, serta memanfaatkan fasilitas istirahat yang telah disediakan, agar perjalanan mudik dapat berlangsung aman dan nyaman,” tegasnya.

Ia menegaskan, Polres Pekalongan Kota juga mendukung program Safety and Hospitality yang disiapkan oleh Polda Jawa Tengah, melalui berbagai pos pelayanan di sepanjang jalur mudik.

“Program tersebut bertujuan memberikan rasa aman, nyaman, serta pelayanan terbaik bagi masyarakat, yang melakukan perjalanan mudik Lebaran tahun ini,” tutupnya.

Siapkan Tim Urai

Sementara itu, Pejabat Sementara Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Pekalongan Kota, Purno Utomo, menambahkan, pihaknya menyiapkan Tim Urai untuk mengantisipasi potensi kemacetan serta gangguan lalu lintas, di wilayah hukumnya. Langkah ini merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026.

“Kami ingin memastikan arus lalu lintas di wilayah Kota Pekalongan tetap aman dan lancar, sehingga masyarakat yang melaksanakan perjalanan mudik maupun aktivitas sehari-hari, dapat merasa nyaman,” ungkapnya.

Satya Ismaja, menyebut, Tim Urai bersiaga untuk menangani gangguan lalu lintas, melakukan patroli untuk memantau arus kendaraan dan pengaturan lalu lintas di sejumlah titik, yang berpotensi mengalami kepadatan. Jalur utama Pantura Kota Pekalongan menjadi salah satu fokus pengawasan, karena merupakan jalur utama yang dilalui para pemudik dari berbagai daerah.

“Pengaturan lalu lintas juga difokuskan pada jam-jam rawan kepadatan arus, seperti menjelang waktu berbuka puasa, ketika masyarakat banyak melakukan aktivitas ngabuburit, maupun pada malam hari saat warga mulai memadati pusat-pusat perbelanjaan untuk memenuhi kebutuhan menjelang Hari Raya Idulfitri,” terangnya.

Iptu Satya menjelaskan, tim ini bersiaga 24 jam, sehingga diharapkan mampu merespons dengan cepat, setiap potensi gangguan lalu lintas yang terjadi di jalur mudik.

“Tim kami siaga selama 24 jam untuk mengantisipasi kemacetan maupun kecelakaan lalu lintas. Kami menggunakan kendaraan roda dua, sehingga dapat bergerak cepat menuju lokasi apabila terjadi kepadatan arus maupun gangguan di jalur Pantura,” ujarnya.

Penulis: Dian, Tim Liputan Kominfo Kota Pekalongan
Editor: Tn/Ul, Komdigi Jateng

Skip to content