AIR BERSIH UNTUK WARGA KARANG KEMIRI CILACAP

25 September 2017
dev_yandip prov jateng
AIR BERSIH UNTUK WARGA KARANG KEMIRI CILACAP

 

CILACAP- Dari 35 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah, pada musim kemarau tahun ini sejumlah 25 Kabupaten/Kota diantaranya mengalami kekurangan air. Untuk itu kita berdoa bersama mudah-mudahan kemarau cepat berakhir dan hujan segera datang.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Heru Sudjatmoko, dihadapan masyarakat desa Karang Kemiri Kecamatan Jeruklegi Cilacap pada penyerahan bantuan air bersih bagi masyarakat, Sabtu (23/09) sore.

Lebih lanjut Wagub menyampaikan, bantuan air bersih untuk warga masyarakat yang mengalami kekeringan di Cilacap, Pemprov Jawa Tengah mengalokasi 100 tangki untuk 10 kecamatan di 24 desa.

Wagub Heru juga mengemukakan, untuk mengantisipasi kekeringan pada saat musim kemarau, setidaknya ada tiga cara yang bisa ditempuh. Langkah pertama dengan membuat waduk, sehingga air hujan tidak langsung mengalir ke laut. Namun pembuatan waduk ini tentunya memerlukan biaya yang cukup besar.

Langkah berikutnya adalah dengan membuat embung-embung didaerah-daerah yang sumber airnya cukup bagus. Hal ini juga harus ada kerjasama antara warga masyarakat Pemerintah Desa dan Pemkab.

Wagub juga menekakan kepada seluruh warga masyarakat, agar disetiap rumah-rumah pemukiman dibuat sumur-sumur resapan, guna menampung air hujan sehingga tidak langsung mengalir ke sungai.

Dengan resapan ini, maka rumah dan tanah disekitarnya akan banyak mengandung air, sehingga ketika musim kemarau tiba, tidak akan mengalami kesulitan air, ujar Wagub.

Wakil Bupati Cilacap Akhmad Edi Susanto dalam kesempatan yang sama mengatakan, bencana kekeringan di Kabupaten Cilacap telah dinyatakan status keadaan darurat kekeringan dengan Surat Keputusan Bupati Nomor 360/362/39/2017, tentang Penetapan Status Keadaan Siaga Darurat Bencana Kekeringan di Kabupaten Cilacap.

Lebih lanjut dikatakan, daerah rawan kekeringan di Kabupaten Cilacap terdapat di 89 desa pada 14 Kecamatan. Dari 14 Kecamatan tersebut, yang mengalami dampak kekeringan yang paling parah adalah Kecamatan Patimuan dan Kecamatan Kawunganten.

Untuk mengatasi kekeringan tersebut, Lanjut Wabup, Pemkab Cilacap melalui BPBD telah menyalurkan dropping air bersih sejumlah 155 tangki untuk 31 desa di 10 Kecamatan.

Kegiatan ini terus dilakukan hingga musim hujan tiba, sehingga kebutuhan masyarakat akan air bersih bisa tercukupi. Selain itu Pemkab juga terus mendorong perusahaan baik BUMN/BUMD maupun swasta melalui CSR nya untuk ikut peduli membantu menyalurkan air bersih, ujar Wabup. (hromly)

Skip to content