PURBALINGGA – Sebanyak 5 ribu lembar masker kain dibagikan gratis oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Pepedan untuk warganya. Setiap orang akan memperoleh jatah masker, bahkan ada tambahan masker bagi warga yang cenderung banyak beraktivitas di luar rumahnya.
Kepala Desa Pepedan, Giyanto mengatakan, pembagian masker tersebut sebagai upaya mematuhi instruksi pemerintah pusat dan daerah dalam rangka pencegahan terhadap penyebaran virus corona. Ia pun mewajibkan setiap warganya untuk menggunakan masker saat ke luar rumah.
Ribuan masker tersebut, menurut Giyanto, adalah hasil karya para pelaku Usaha Kecil dan Mikro (UKM) bidang konveksi di Desa Pepedan. Pemberdayaan tersebut sengaja dilakukan oleh Pemdes Pepedan guna meningkatkan perekonomian warganya.
“Ada dua UKM yang kita pesan untuk mendukung program gerakan memakai masker kain. Masker yang kita buat insyallah sesuai standar yakni memakai 2 lapis kain,” kata Giyanto saat membagikan masker bersama Camat, Kapolsek, serta aparat Puskesmas Karangmoncol, Selasa (7/4/2020).
Camat Karangmoncol, Juli Atmadi mengatakan, meskipun warga telah memperoleh masker dan wajib mengenakannya saat ke luar rumah, namun mereka tetap harus menaati protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
“Pemakaian masker, cuci tangan pakai sabun, dan selalu menjaga jarak atau physical distancing, diharapkan dapat mencegah penyebaran Covid-19 di masyarakat,” kata Juli.
Cukup Efektif
Masker gratis juga dibagikan oleh Pemerintah Kabupaten dan DPRD Purbalingga. Masker kain itu diberikan kepada para pengendara yang melintas di jalan depan Pendopo Dipokusumo dan kedapatan belum menggunakan masker.
“Kami membeli dari sejumlah UMKM yang memproduksi masker dan kemudian kami bagikan secara gratis kepada masyarakat. Sampai saat ini sudah ada 10 ribuan masker yang kami bagi,” kata Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi UKM Purbalingga, Adi Purwanto.
Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja (Dinaker) Purbalingga, Hasan Nurudin, mengungkapkan pihaknya juga memfasilitasi pembuatan masker kain. Ribuan masker telah dibuat oleh para alumnus pelatihan menjahit yang diselenggarakan oleh BLK bersama sejumlah relawan.
Menurutnya, saat ini ada lebih dari 12 ribuan lembar masker yang telah diproduksi dari target 7 ribu lembar masker. Selanjutnya, ribuan masker tersebut akan dibagikan secara gratis kepada masyarakat melalui desa-desa dan lembaga yang membutuhkan.
Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, menginstruksikan seluruh warga Purbalingga untuk mengenakan masker saat melakukan aktivitas di luar rumah. Tindakan itu, ungkapnya, melengkapi upaya-upaya lain yang harus dilakukan setiap orang guna menghindari penularan Covid-19, yakni menerapkan physical distancing alias menjaga jarak dengan orang lain, dan tetap berada di rumah daripada beraktivitas di luar rumah.
Selain itu, kewajiban mengenakan masker juga bagian dari pelaksanaan imbauan dari Pemerintah Pusat dan Gubernur Ganjar Pranowo.
“Belajar dari negara-negara lain, penggunaan masker ini cukup efektif dalam pencegahan penularan Covid-19. Di samping itu juga paling memungkinkan untuk dilakukan semua orang,” kata Bupati Tiwi.
Bupati juga meminta jajarannya untuk menyosialisasikan penggunaan masker kepada masyarakat, baik yang sehat maupun yang sedang sakit.
Penulis: PI-17/Hr/Kontributor Purbalingga
Editor: Tn/Diskominfo Jateng
