Dirut BPJS Kesehatan Tinjau Layanan Jantung RSUD dr R Soetrasno Rembang

30 October 2026
Yandip Jateng Prov (3)
Dirut BPJS Kesehatan Tinjau Layanan Jantung RSUD dr R Soetrasno Rembang

REMBANG – Untuk memastikan pelayanan kateterisasi jantung berjalan sesuai pedoman dan mampu memberikan layanan berkualitas bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Prihati Pujowaskito meninjau ruang tindakan Catheterization Laboratory (Cath Lab) RSUD dr R Soetrasno, Kamis (29/10/2026).

“Kedatangan kami untuk melakukan monitoring dan evaluasi pelayanan jantung, khususnya penggunaan alat canggih kateterisasi jantung. Rumah sakit ini sudah melakukan instalasi alat tersebut dengan pembiayaan APBD. Kami mengapresiasi dukungan ini,” ujarnya.

Menurut Prihati, operasional layanan intervensi jantung harus dilaksanakan dengan mengacu pada pedoman dan standar pelayanan yang berlaku. Sebelum layanan berjalan, para pemangku kepentingan terkait telah menyepakati kerja sama melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA). Pihak-pihak yang terlibat antara lain Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia, Dinas Kesehatan, BPJS Kesehatan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), serta tenaga medis spesialis penyakit dalam dan bedah jantung.

“Semua pihak berkumpul dan menandatangani kesepakatan untuk memberikan pelayanan sesuai pedoman yang berlaku. Jangan ada yang dilonggarkan dan jangan ada tahapan yang diloncati. Dengan mengikuti pedoman yang benar, pelayanan BPJS, khususnya intervensi jantung, akan semakin berkualitas, sesuai kebutuhan pasien, dan tepat sasaran,” tegasnya.

Prihati mengungkapkan, sejak mulai beroperasi pada Juni 2026, layanan intervensi jantung di RSUD dr R Soetrasno telah menangani 111 layanan diagnostik dan melakukan 95 pemasangan stent, pada pembuluh darah jantung. Capaian tersebut dinilai penting untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap penanganan penyakit jantung, terutama bagi pasien yang mengalami serangan jantung dan membutuhkan tindakan medis segera.

“Layanan ini membantu menyelamatkan nyawa peserta BPJS, khususnya masyarakat Rembang yang mengalami serangan jantung. Terutama, mereka yang masih berada pada usia produktif. Jika tidak segera ditangani, serangan jantung dapat menyebabkan komplikasi hingga kematian,” jelasnya.

Ia menambahkan, penanganan yang cepat tidak hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga membantu melindungi ketahanan ekonomi keluarga. Kehilangan anggota keluarga yang menjadi tulang punggung ekonomi, dapat meningkatkan risiko kemiskinan.

Atas capaian tersebut, Prihati menyampaikan apresiasi kepada Bupati Rembang beserta jajaran pemerintah daerah, yang telah mendukung pengembangan RSUD dr R Soetrasno agar mampu memberikan pelayanan kesehatan yang semakin baik kepada masyarakat.

Sementara itu, Bupati Rembang Harno berharap, evaluasi tersebut dapat mendorong peningkatan mutu pelayanan kesehatan, sekaligus memperluas cakupan layanan yang dapat dijamin BPJS Kesehatan.
“Kami berharap, Rembang bisa semakin baik, terutama untuk beberapa layanan yang belum bisa masuk dalam kategori yang ditanggung BPJS, seperti layanan saraf, BSA, dan lainnya. Mudah-mudahan hal ini bisa dipikirkan agar dapat ditanggung BPJS, sehingga mengurangi beban masyarakat,” ujar Harno.

Harno menuturkan, kemajuan pelayanan jantung di RSUD dr R Soetrasno menjadi salah satu langkah penting, dalam meningkatkan kemandirian layanan kesehatan di Kabupaten Rembang. Jika sebelumnya pasien dengan penyakit jantung harus dirujuk ke Kudus, kini sebagian penanganan dapat dilakukan di daerah sendiri.

Bahkan, lanjutnya, keberadaan layanan tersebut berpotensi memperkuat peran RSUD dr R Soetrasno sebagai rumah sakit rujukan, bagi masyarakat dari kabupaten sekitar, termasuk Blora dan wilayah Cepu.

Penulis: Mifta Rembang
Editor: Di, Diskomdigi Jateng

Skip to content