Wonogiri – Penyerahan bantuan insentif untuk guru ngaji oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada 2019 di 35 kabupaten/ kota yang dilaksanakan Gubernur Ganjar Pranowo dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen dengan berkeliling Jateng, selesai dilakukan. Penyerahan bantuan insentif kepada guru ngaji se-Kabupaten Wonogiri oleh Wagub Taj Yasin Maimoen di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Amanah Bakalan Kulon, Selasa (16/4/2019) menjadi putaran terakhir.
“Alhamdulillah putaran terakhir atau ke-35 jatuh di Kabupaten Wonogiri. Di Kabupaten Wonogiri, data pada tahun 2019 ini sebanyak 3.192 ustaz/ustazah yang telah dilakukan validasi oleh tim Kanwil Kemenag kabupaten/kota dan divalidasi oleh Kanwil Kemenag Jateng,” terang Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Nur Abadi di sela Silaturahmi Wakil Gubernur Jateng dengan ustaz/ustazah se-Kabupaten Wonogiri Tahun 2019.
Nur Abadi menjelaskan, untuk tahun ini total anggaran insentif sebesar Rp205,35 miliar diberikan kepada 171.131 guru ngaji di Jateng yang dapat dicairkan setiap triwulan. Khusus untuk Wonogiri, tahun ini sebanyak 3.192 guru ngaji menerima insentif tersebut, sedangkan untuk tahun depan, jumlahnya bertambah menjadi 4.763 guru ngaji yang akan menerima bantuan itu.
Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) mengatakan, insentif yang diberikan itu merupakan wujud apresiasi Pemprov Jateng bagi jasa mereka yang telah mendidik generasi bangsa dengan ilmu agama dan pendidikan karakter. Gus Yasin menambahkan, guru agama merupakan benteng generasi muda terhadap beebagai ancaman yang berpotensi memecah belah bangsa. Seperti radikalisme, terorisme, narkoba, berita bohong (hoaks) dan ujaran kebencian.
“Jangan dilihat dari besarannya. Tapi ini bentuk peduli kami, saking pemerintah kepada panjenengan sedaya. Kami peduli karena ulama pun turut berjuang merebut kemerdekaan. Berkat panjenengan juga, anak-anak kami dididik akhlaknya,” ujarnya.
Menjelang pesta demokrasi serentak yang akan dihelat esok hari, Rabu (17/4/2019), putera ulama kharismatik KH Maimoen Zubair itu juga memanjatkan doa agar Pemilu berlangsung lancar, tertib dan demokratis. Gus Yasin juga mengajak para guru ngaji di Kabupaten Wonogiri untuk bersama-sama menjaga situasi kondusif dan menggunakan hak pilih sesuai hati nurani.
“Semoga setelah Pemilu nanti, kita mendapatkan pemimpin yang adil, pemimpin yang amanat, sehingga rahmat betul-betul turun di Negara Indonesia. Sehingga Indonesia menjadi negara yang dihormati di dunia,” harapnya.
Penulis : Ar, Humas Jateng
Editor : Ul, Diskominfo Jateng



