SEMARANG – Wartawan Jawa Tengah mesti keren. Tak hanya dari kemampuan jurnalistik, namun juga memiliki karakter yang mantap.
Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melalui Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Prasetyo Aribowo, saat membuka Uji Kompetensi Wartawan ke-27 Persatuan Wartawan Indonesia, di Hotel Dafam, Kamis (26/11/2020). Diakui, profesi wartawan penuh dinamika, sehingga membutuhkan kecerdasan dan pemikiran yang terbuka dan bijaksana. Kerenanya, peningkatan kualitas diri itu wajib bagi seorang wartawan.
“Saya meyakini institusi pers yang diawaki wartawan yang kompeten, akan melahirkan karya-karya jurnalistik yang mengedukasi dan mengonstruksi demokrasi di negeri ini. Bagi masyarakat sebagai konsumen, akan semakin mudah dan punya banyak pilihan mendapatkan berita dan informasi yang bagus dan mencerdaskan. Sedang bagi narasumber, saya kira akan makin tertantang untuk menjawab setiap pertanyaan dari rekan-rekan wartawan dengan sebaik-baiknya,” bebernya.
Ditambahkan, Pemprov Jateng terus mendorong peningkatan kualitas wartawan, antara lain melalui lomba jurnalistik bagi wartawan se-Jawa Tengah, yang pemenangnya pernah dikirim ke Singapura untuk mengikuti short course. Selain itu juga memfasilitasi penyelenggaraan uji kompetensi. Sebab, dengan kegiatan capacity building seperti ini, dapat meningkatkan kemampuan wartawan. Bagaimana pun mereka adalah mitra pemerintah.
Gubernur menginginkan terbangunnya kemitraan yang sinergis dan produktif dengan awak media. Wartawan harus punya sikap kritis terhadap pemerintah sebagai fungsi kontrol yang efektif. Tetapi fungsi kontrol diharapkan bukan sekadar mengungkit kelemahan dan kekurangan dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan publik, namun juga memberikan masukan, ide dan kajian demi terwujudnya kebijakan pemerintah yang baik dan benar.
“Kritisi kami dengan solusi. Saya juga berharap rekan-rekan wartawan dapat terus menyampaikan berita atau informasi yang menyejukkan, di tengah berbagai ujian atas pandemi Covid-19 dan kemajemukan bangsa kita. Apalagi menjelang Pilkada serentak seperti ini. Jaga netralitas media. Informasikan berita Pilkada yang adem, jangan provokatif,” tegasnya.
Senada juga disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Tengah Riena Retnaningrum. Menurutnya, wartawan adalah orang yang cerdas, karena bisa menyampaikan sesuatu yang mudah difahami, dan membuat pemahaman yang benar.
Dalam kesempatan itu dia meminta agar insan media ikut mengingatkan masyarakat agar disiplin menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari menggunakan masker dengan benar, termasuk saat berbicara, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.
“Yang paling sulit memang jaga jarak. Tapi harus terus disosialisasikan. Bawa handsanitizer, lengkapi barang-barang pribadinya, seperti alat tulis, dan sebagainya,” tandas Riena.
Ketua Komisi Pendidikan PWI Pusat Hendro Basuki menyampaikan, wartawan merupakan profesi yang adaptif, mampu menyesuaikan diri dengan keadaan zaman. Namun, mereka dituntut bisa menempatkan kata, kalimat, koma, dan titik dengan tepat dan akurat. Sehingga informasi bisa tersampaikan dengan baik dan benar. (Ul, Diskominfo Jateng)