Presiden Gencarkan Pengurangan Stunting, Ini Langkah Jateng

07 July 2022
Bidang KPM
Presiden Gencarkan Pengurangan Stunting, Ini Langkah Jateng

SEMARANG – Puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2022 dilakukan secara hybrid dari Medan, Sumatera Utara. Pengurangan angka stunting di semua daerah pun menjadi penekanan pada peringatan tersebut.

Kepala Perwakilan BKKBN Jateng Widwiono mengatakan, pihaknya bersama jajaran pemerintah sampai tingkat kabupaten, serta swasta, terus berkolaborasi menurunkan kasus stunting di provinsi ini. Dia optimistis angka stunting di Jateng bisa dikurangi, setidaknya pada 2024 bisa mencapai target di bawah 14 persen, sesuai arahan Presiden RI Jokowi.

“Jateng optimistis bisa (memenuhi target penurunan stunting) sebelum 2024. Jajaran pemprov, pemkab, swasta, 2023 bisa selesai (di bawah 14 persen). Satu tahun bisa lebih cepat (sebelum 2024),” kata Widwiono.

Menurutnya, optimistis itu juga berdasarkan pada komitmen gubernur, Baznas, swasta, infrastruktur yang mendukung, sampai geografis Jateng yang tidak terlalu sulit untuk menjangkau satu sama lain. Harapannya, upaya tersebut benar-benar mampu mengurangi kasus stunting.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Bencana (BKKBN) Hasto Wardoyo mengatakan, Harganas merupakan momentum refleksi dan apresiasi negara terhadap peran penting keluarga, dalam membangun sumberdaya manusia yang berkualitas. Yang mana, di dalamnya juga dilakukan upaya penurunan stunting.

“Untuk bisa menurunkan stunting, perlu adanya kolaborasi lintas sektor dan juga melalui pendekatan dari hulu sampai hilir, melalui pendekatan faktor yang tidak langsung seperti sanitasi, lingkungan bersih, dan juga faktor langsung seperti nutrisi, kesehatan, imunisasi, dan program kesehatan lain,” kata Hasto.

Ditambahkan, kegiatan yang dilakukan di antaranya dengan meningkatkan pendampingan atau tim pendamping keluarga, terdiri dari PKK, bidan, dan penyuluh KB. Setiap desa minimal ada satu pendamping. Sampai saat ini, di seluruh Indonesia ada 200 ribu tim pendamping keluarga.

Hasto menuturkan, saat ini ada seribu anak yang diambil oleh bapak asuh stunting, dengan pendampingan selama enam bulan. Anggaran per anak Rp450 ribu setiap bulan. Harapannya dalam kurun waktu enam bulan tersebut, anak-anak akan terbebas dari stunting.

Pihaknya juga telah melakukan pendataan by name by address melalui aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil). Di dalamnya, terdapat data bagi calon pengantin yaitu siap nikah siap hamil, yang telah dikerjasamakan dengan Kementerian Agama.

“Sudah dideklarasikan, semua yang mau menikah, tiga bulan sebelumnya harus diperiksa dulu. Kalau tidak memenuhi syarat, tidak dilarang menikah tetapi mungkin hamilnya ditunda sebentar sampai memenuhi syarat,” terangnya.

Presiden Joko Widodo mengingatkan, Harganas hendaknya menjadi momen bagi keluarga untuk lebih menjaga kesejahteraan. Di antaranya dengan mengurangi kasus stunting. Hal itu juga menjadi upaya untuk peningkatan sumber daya manusia ke depan. Mengingat keluarga adalah pilar utama kesejahteraan bangsa. (Ak/Ul, Diskominfo Jateng)

Mascot Padhang
Skip to content