Pertama di Indonesia, PWI dan IJTI Barengkan Uji Kompetensi

15 February 2019
Bidang KPM
Pertama di Indonesia, PWI dan IJTI Barengkan Uji Kompetensi

Semarang – Bekerja sama menggarap sebuah event, sudah beberapa kali dilakukan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Jawa Tengah. Namun bagaimana jika keduanya menyelenggarakan uji kompetensi secara bersamaan?

Bukan hal yang tak mungkin. Sebanyak 30 wartawan dari PWI Jawa Tengah dan 25 wartawan dari IJTI mengikuti uji kompetensi di Aula Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Tengah, Jumat (15/2/2019). Meski dilakukan dalam waktu yang bersamaan, pengujinya tetap berasal dari masing-masing organisasi.

Ketua PWI Jateng Amir Machmud menyampaikan, uji kompetensi yg dibarengkan antara PWI dan IJTI ini baru kali pertama dilakukan di Indonesia. Padahal, beberapa kali keduanya menyelenggarakan event yang sama.

“Ini impian yang jadi kenyataan. Ide ini bisa bersambut karena selama empat tahun kepengurusan PWI, kami punya komitmen yang sama dengan Pak Ganjar, meningkatkan pendidikan bagi wartawan. Di daerah lain boleh saja beda langkah, tapi di Jawa Tengah kami punya sikap yang sama, terutama dalam pendidikan wartawan,” ungkapnya.

Kepala Diskominfo Jateng Riena Retnaningrum menambahkan uji kompetensi wartawan/ jurnalis (UKW/ UKJ) ini merupakan bentuk dukungan pemprov utk peningkatan kompetensi dan profesionalisme bagi wartawan. Sehingga wartawan diharapkan ikut mendukung pembangunan demi kesejahteraan masyarakat.

Dijelaskan, ada 55 peserta yang mengikuti uji kompetensi tersebut, terdiri dari 30 wartawan cetak, online, dan radio, serta 25 wartawan televisi. Mereka terbagi dalam tiga tingkatan, yakni muda (setara reporter), madya (setingkat redaktur), dan utama (setingkat pimpinan redaksi).

“Mereka akan diuji oleh 12 orang assessor yang sudah mendapat lisensi dari Dewan Pers,” beber Riena.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyampaikan, masih banyak pekerjaan rumah yang mesti dilakukan di provinsi ini. Mulai dari penanganan kemiskinan, bencana, kelestarian lingkungan hidup, penataan rencana tata ruang wilayah, dan sebagainya. Peran wartawan pun dibutuhkan untuk membantu menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Karenanya, gubernur meminta kepada seluruh wartawan agar membuat berita dengan narasi yang baik, sumber yang benar, tidak membuat berita “genderuwo” yang menakutkan bagi masyarakat. Peningkatan kapasitas wartawan melalui uji kompetensi diharapkan membuat para jurnalis lebih profesional dalam menjalankan tugasnya.

“Sumberdaya manusia (SDM) jurnalis menjadi sangat penting karena apa yang bapak/ ibu pikirkan, apa yang bapak/ ibu tuliskan itu ‘makanan sehat’ kami harian. Menurut kami sehat. Tapi kadang-kadang ada racunnya juga masuk, menjadi tidak sehat, dikompori dan sebagainya. Mari kita membuat narasi baik, mesti jujur, keluar dari hati yang bersih, ikhlas, jernih. Kalau nggak, nanti follower-nya gebuk-gebukan lagi,” tandasnya. (Ul, Diskominfo Jateng)

Skip to content