Ngadimah Tak Menyangka Dapat Penghormatan dari Wagub

  • 15 Jul
  • bidang ikp
  • No Comments

REMBANG РMata Ngadimah (55) tampak berkaca-kaca. Wajahnya pun kebingungan dan salah tingkah ketika bertemu kemudian disalami oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Minggu (14/7/2019).

Perempuan paruh baya itu tidak menyangka, wakil gubernur datang menyambangi tempat tinggalnya. Ibu dua anak warga RT 01/03 Dusun Randugosong, Desa Banggi, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang itu, merupakan salah satu dari dua warga miskin penerima bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) dari Wagub Taj Yasin. Wajah janda yang sehari-hari sebagai buruh tani itu mengaku kaget didatangi langsung, dan mendapatkan bantuan dari wagub.

Kula kaget nganti keteteren ditamuni panjengan sedaya (saya kaget sampai gemetar didatangi tamu-tamu). Saya berterima kasih banyak atas bantuan bapak wakil gubernur. Saya tidak menyangka mendapat penghormatan seperti ini,” ujar Ngadimah.

Ditambahkan, selama ini Ngadimah bersama dua anaknya menempati rumah berdinding anyaman bambu dan berlantai tanah. Pendapatan sebagai buruh tani dan serabutan hanya cukup untuk makan sehari-hari, sehingga tidak mampu untuk memperbaiki tempat tinggalnya yang banyak mengalami kerusakan.

Kondisi serupa dialami Jiman (57) dan Ngasri (55). Pasangan suami istri warga RT 03/03 Dusun Randugosong itu senang mendapat bantuan rehab RTLH dari kantong pribadi wakil gubernur. Lelaki bertubuh kurus itu awalnya tidak percaya bakal menerima bantuan RTLH. Sebab selama ini, mereka belum masuk daftar penerima RTLH.

“Tadi ada yang mengabari saya. Awalnya saya dan istri tidak percaya bahwa Pak Wakil Gubernur akan datang memberi bantuan rehab rumah. Ternyata beliau benar-benar datang bertamu dan mau mencicipi jajanan yang saya suguhkan. Alhamdulillah,” ungkap Jiman.

Warga kurang mampu yang sehari-hari bekerja buruh serabutan itu mengatakan, keluarganya sangat bersyukur atas bantuan dari putra ulama kharimatik KH Maimoen Zubair. Kondisi rumahnya yang tidak layak huni akan segera dipugar dan diperbaiki supaya menjadi tempat tinggal yang nyaman dan sehat.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah H Taj Yasin Maimoen mengatakan, pihaknya akan terus mendorong warga untuk membangkitkan kembali tradisi gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat. Termasuk bergotong royong atau kerja bakti merehab dan membangun RTLH. Sehingga keguyuban, kerukunan, dan kebersamaan antarwarga semakin erat.

“Dana RTLH itu minim. Kalau ditambah untuk membayar tukang kan kasihan. Karena itu, saya mohon kepada warga Jateng yang selama ini dikenal dengan kegotongroyongannya, mari bersama-sama membantu warga lainnya, termasuk dalam bentuk tenaga,” pinta Wagub.

Ia menyebutkan, program rehab RTLH Pemprov Jateng memberikan bantuan kepada tiga rumah di setiap desa yang tersebar di seluruh daerah di Jateng. Agar program tersebut berjalan sesuai harapan, mantan anggota DPRD Jateng itu berharap semua pihak, baik masyarakat, Karang Taruna, TNI, dan Polri bergotongroyong membedah rumah warga miskin, dan bersama-sama membantu mengatasi berbagai persoalan di masyarakat.

“Saya berharap dengan adanya bantuan RTLH ini, Karang Taruna, TNI dan Polri bisa kerja sama untuk membangun gotong-royong. Sehingga tidak perlu ada pengeluaran untuk tukang. Ini yang penting. Selain itu dengan adanya gotong-royong, jika ada masalah atau musibah kita akan menjadi tangguh,” pungkasnya. (Humas Jateng)

 

Berita Terkait