Demak – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menegaskan, Musyawarah Rencana Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) Eks Keresidenan Semarang bukan jadi arena bagi-bagi duit. Tetapi menjadi forum untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di Jawa Tengah sesuai tugas dan fungsi masing-masing.
Musrenbangwil Eks Keresidenan Semarang yang diikuti Pemerintah Kabupaten Grobogan, Kendal, Salatiga, Demak, Kabupaten Semarang dan Kota Semarang di Pendapa Kabupaten Demak, Rabu (27/2/2019) juga diikuti perwakilan dari penyandang difabel, forum anak, dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
Ganjar mengatakan, dalam lima tahun ke depan, dia bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) akan membangun Sumber Daya Manusia (SDM) setelah lima tahun lalu dengan Heru Sudjatmoko menggalakkan pembangunan infrastruktur. Karena, saat ini Jateng masuk pada era bonus demografi. Oleh sebab itu, Ganjar meminta untuk berembuk bersama, bagaimana agar masyarakat sejahtera. Dia juga meminta agar korupsi diberantas.
“Sepakat kita perbaiki? Kemarin dengan Pak Coki dari KPK kita ngobrol banyak dan beliau siap mendampingi,” katanya.
Untuk perbaikan moral, kata dia, Pemprov Jateng terus melakukan peningkatan. Salah satunya, tahun ini dikucurkan dana Rp280 miliar guna membantu guru ngaji dan pesantren.
“Sebelum saya di sini, saya nerima laporan ada yatim piatu susah masuk rumah sakit. Maksud saya, saya bisa menangani itu, tapi tolong RT, kepala dusun, kepala desa, camat dan bupati tingkatkan perhatian pada warganya,” ujarnya menyentil.
Untuk itu, Ganjar meminta agar zakat infak sodaqoh terus didorong melalui Baznas. Karena, dengan Baznas, hal-hal yang tidak teratasi oleh CSR dan APBD dapat ditagani dengan dana zakat dari Baznas. Keterlibatan perusahaan besar membantu aplikasi untuk pedagang juga diapresiasi karena membantu menghilangkan pedagang-pedagang nakal, dan tengkulak.
“Kemarin, ada petani cabe di Demak yang marah-marah karena harga komoditasnya jatuh. Mereka marah-marah. Ini bagaimana pak, pemerintah di mana? Akhirnya saya beli beberapa ton dan PNS saya dorong untuk beli. Yang harga mulanya Rp8 ribu, saya tawar Rp18 ribu,” sorotnya.
Ganjar juga meminta, masalah-masalah seperti kemiskinan, kesehatan dikeroyok bersama dan berharap kepada bupati dan wali kota untuk meningkatkan SDM. Termasuk menangani tingkat pengangguran yang meningkat di Demak karena migrasi industri, akibat perusahaan tidak mampu membayar UMK. Untuk itu, pemerintah, perusahaan dan buruh harus duduk bersama dan mencapai kesepakatan.
Ganjar juga menceritakan, jika malam sebelumnya kedatangan tamu dari IHE Delf University untuk mencari solusi masalah rob dari Brebes sampai Rembang. Rencananya, akan dibangun tanggul, polder dan perbaikan irigasi. Untuk Semarang sudah mulai dikerjakan. Yang menarik, salah satu tokoh yang datang bernama Suryadi.
“Dia orang Palembang tapi semangat banget membantu Jawa Tengah. Dia luar biasa. Tidak mau banyak teori tapi langsung aksi. Mari kita tata lingkungan,” pesannya.
Penulis : Sy, Humas Jateng
Editor : Ul, Diskominfo Jateng
Foto : Vi, Humas Jateng
