Mudah-mudahan Tahun Depan Fasilitas Lebih Baik

14 June 2019
Bidang KPM
Mudah-mudahan Tahun Depan Fasilitas Lebih Baik

BOYOLALI – Bekerja sebagai wiraswasta pemula dengan pendapatan pas-pasan, membuat Sularno (48) berfikir ulang untuk mudik bersama istri dan dua anak dengan biaya sendiri. Maklum, untuk transportasi dari Jakarta saja, dibutuhkan biaya lebih dari Rp3 juta.

“Kalau kita itung-itung satu tiket Rp400 ribuan kan sudah Rp1.600.000 sekali jalan,” ucapnya saat ditemui pada Pelepasan Arus Balik Gratis Lebaran 1440H bersama Jasa Raharja di Halaman Parkir Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Kamis (13/6/2019).

Beruntung, ada fasilitas mudik gratis dari PT Jasa Raharja, sehingga pria yang sudah satu tahun tak balik kampung ini, bisa melepas rindu dengan keluarganya. Kesempatan libur lebaran tahun ini dia maksimalkan betul untuk berkumpul dan bersilaturahmi dengan sanak saudara.

“Terima kasih atas pelayanan dari Jasa Raharja, sehingga kami sekeluarga bisa bertemu dengan keluarga kami yang di kampung, bisa bersilaturahmi bertemu dengan orang tua kami yang kebetulan masih ada. Kami bahagia sekali,” ungkap lelaki asal Wonogiri ini.

Sularno pun mengaku berat untuk meninggalkan kampung halaman untuk kembali ke Jakarta. Pasalnya, tinggal di kampung halaman dirasakan lebih nyaman, bisa menikmati udara segar dan berkumpul dengan keluarga. Tak hanya itu, dia pun berat untuk meninggalkan makanan khas di rumahnya.

“Sebetulnya kami kalau di Jakarta tidak merasakan menu-menu makanan yang di kampung, Jadi yang kayak pecel, menu-menu yang khas itu sangat kami rindukan, sehingga agak berat untuk meninggalkan kampung halaman. Tapi kami harus kembali untuk mencari rizki,” bebernya.

Senada dengan Sularno, Wiwit Wijiastuti (27) juga merasa irit karena bisa mengikuti mudik dan balik secara gratis. Dia yang pergi bersama suami, anak dan kakak, merasa nyaman dengan fasilitas yang diberikan oleh PT Jasa Raharja.

“Alhamdulillah kami disediakan snack, obat-obatan juga. Fasilitas busnya mudah-mudahan tahun depan lebih baik,” ungkap perempuan asal Sukoharjo ini.

Melihat antusiasme pemudik menggunakan moda transportasi massal, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen berharap ke depan ada penambahan kuota mudik dan balik gratis.

“Bukan hanya BUMN, tapi bisa saja dilakukan oleh BUMD, BUMDes, maupun warga yang sukarela, karena ini adalah hajat bersama, kebahagiaan bersama, kebhinekaan bersama,” jelasnya.

Corporate Secretary PT Jasa Raharja, Harwan Muldidarmawan menambahkan, selain mengurangi angka kecelakaan dan kemacetan, mudik gratis ini juga untuk menggerakkan perekonomian. Uang yang mestinya untuk transport bisa dialihkan untuk berbelanja berbagai kebutuhan di kampung halaman.

“Masyarakat yang dimudikkan ini kita gratiskan biaya ongkos angkutnya yang berkisar Rp1 juta – Rp1,5 juta. Uang itu bisa dibawa ke kampung halaman untuk dibelanjakan,” jelasnya saat ditemui usai pelepasan. (Tu/ Ul, Diskominfo Jateng)

Skip to content