SEMARANG – Jelang musim penghujan, Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Cipta Karya (DPUBMCK) Provinsi Jawa Tengah meningkatkan kesiagaannya. Selain mengintensifkan patroli di jalan-jalan provinsi, instansi tersebut juga menyiagakan peralatan berat di titik-titik rawan longsor.
Kepala DPUBMCK Provinsi Jawa Tengah AR Hanung Triyono menyampaikan, sejumlah ruas jalan di kawasan pengunungan, seperti Tawangmangu, Dieng, Selo, Banjarnegara, Wanayasa, Bandungsari-Salem Brebes, terhitung rawan longsor. Penyebabnya, kontur tanah dan pola tanam masyarakat di daerah pegunungan, yang membuat rawan longsor saat terjadi hujan lebat.
“Untuk saluran air sebenarnya sudah kami perbaiki. Tapi, kontur tanah dan pola tanam masyarakat yang membuat jalan di wilayah pegunungan rawan terkena longsoran tanah akibat air limpasan yang deras,” ungkapnya.
Kendati begitu, pihaknya telah melakukan upaya antisipasi dengan menyiagakan peralatan berat di wilayah rawan longsor. Patroli petugas pun makin diintensifkan, sehingga jika terjadi longsor atau jalan rusak, khususnya jalan provinsi, harus ditangani selambatnya 1×24 jam.
“Alat-alat dan tim reaksi cepat di masing-masing Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) dan Penyedia Jasa tetap siaga. Selain rawan terkena longsoran, ada pula jalan yang rawan banjir, terutama di daerah perkotaan di pantura, seperti Gubug (Grobogan). Tapi, jalan di daerah banjir pada umumnya sudah bagus. Sehingga saat surut, kondisi jalan tidak begitu bermasalah,” ujar Hanung.
Ditambahkan, pada 2019 ini, pihaknya fokus menggarap lima koridor ruas strategis yang mendukung kawasan strategis. Yakni, akses penghubung antarwilayah perbatasan, yang mendukung jalan perbatasan antarprovinsi Jawa Tengah dengan Jawa Barat, Jawa Timur, dan DI Yogyakarta, akses sejajar pantai utara yang mendukung pengembangan Bergasmalang-Petanglong-Kedungsepur, akses inlet outlet told an kawasan industri. Selain itu juga akses pariwisata yang mendukung kawasan wisata Borobudur-Dieng, Sangiran-Tawangmangu, serta Karimunjawa.
Pihaknya juga memrioritaskan akses penghubung wilayah Pantai Utara-Selatan, yang dibagi menjadi Koridor I mendukung pengembangan Kawasan Industri Brebes, Kawasan Agropolitan Mangga Mas, Kawasan Industri Cilacap. Koridor II Kawasan Agropolitan Sobo-Banjar dan Kawasan Industri Kebumen. Koridor III Kawasan industri Rembang dan Kawasan Agropolitan Girisuka.
“Hingga Oktober ini, progressnya sudah 70 persen. Hampir semua kontrak selesai pada awal Desember,” terangnya.
Hanung menambahkan, komitmen terhadap kondisi jalan provinsi terus dijaga, salah satunya melalui Aplikasi Jalan Cantik yang diluncurkan pada 28 Juli 2019 lalu. Dengan mengakses aplikasi Jalan Cantik melalui Playstore, di mana masyarakat dapat melaporkan kerusakan jalan dan jembatan yang berada di wilayah Provinsi Jawa Tengah.
Hingga kini, katanya, sudah 623 laporan yang masuk, baik laporan mengenai penerangan jalan, kecelakaan, dan kemacetan. Namun, tidak semuanya pada ruas jalan provinsi. Ada pula laporan yang mengeluhkan kondisi jalan nasional, kabupaten/ kota, bahkan jalan desa.
“Seluruh laporan melalui aplikasi telah ditindaklanjuti sesuai dengan kewenganan yang ada. Aduan atau laporan jalan provinsi langsung ditindaklajuti oleh DPUBMCK Provinsi Jawa Tengah, sedangkan yang lain diteruskan kepada instansi atau pengelola jalan sesuai dengan kewenangannya,” tandas Hanung. (Diskominfo Jateng)



