Jateng Juara Umum MKQ 2017

  • 06 Dec
  • bidang ikp
  • No Comments

Jepara – Kafilah Jawa Tengah akhirnya berhasil menjadi juara umum dalam Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) Tingkat Nasional ke-VI tahun 2017 yang digelar di Pondok Pesantren (Ponpes) Roudlotul Mubtadi’in Balekambang, Desa Gemiring Lor, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara.

Kontingen provinsi ini berhasil mengungguli Jawa Timur yang selalu menjadi juara umum sejak MQK kali pertama digelar pada 2012, dan kali ini dipaksa berada pada posisi kedua. Sementara, posisi ketiga ditempati oleh Jawa Barat, diikuti Kalimantan Selatan ditempat keempat, dan Aceh urutan kelima.

Pada penutupan MQK ke-VI, Selasa (5/12) malam, Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Dr Ir Sri Puryono KS MP sangat bangga dengan prestasi yang diraih kafilah Jawa Tengah. Prestasi tersebut diharapkan menjadi penyemangat, pemacu dan pemicu para santri meraih sukses yang lebih tinggi di kemudian hari.

Sri Puryono mengatakan lomba membaca kitab kuning tingkat nasional itu tidak hanya untuk meraih prestasi. Namun juga bagian dari rangkaian pembangunan dan pembentukan karakter bangsa yang berkepribadian Pancasila.

“Jadikanlah pengalaman MQK untuk terus membangun pola pikir dan perilaku yang santun serta rasional. Sehingga dapat menjadi contoh dalam memperkuat perdamaian, ketentraman, dan kerukunan,” katanya.

Sementara itu Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kamarudin Amin mengatakan MQK merupakan wahana pengembangan kualitas akademik ponpes karena kitab kuning yang menjadi core bussiness-nya dijadikan dasar dan basis majelis-majelis lomba di MQK ini. Sehingga akan menghantarkan seluruh ponpes untuk selalu istiqomah dalam mengembangkan dan mengajarkan pemahaman keagamaan yang moderat.

Kamarudin menjelaskan kitab kuning yang ditulis oleh para intelektual muslim pada abad pertengahan, masih tetap memiliki relevansi dan kualitas untuk terus-menerus dikaji. Kandungan kitab tersebut bahkan mengajarkan nilai-nilai toleransi dan saling menghargai.

“Nilai-nilai moderatisme inilah yang terkandung dalam kitab kuning. Maka tidak heran jika ponpes yang kuat dalam kitab kuningnya cenderung memiliki pemahaman yang sangat toleran dalam sikap keberagamaannya,” katanya.

Oleh karena itu, Kamarudin mengajak peran pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/ kota untuk memberikan perhatian yang kuat melalui anggarannya bagi pihak ponpes. Sehingga dapat terus menghasilkan kader-kader masa depan yang menyiarkan ajaran agama Islam yang moderat rahmatan lil’alamin. Ditambahkan, MQK di tahun ini menunjukan peningkatan kualitas baca kitab kuning di kalangan para santri yang semakin merata. Tidak hanya terfokus di Pulau Jawa, namun juga di luar Pulau Jawa, khususnya Pulau Sumatera dan Kalimantan. Selain 25 majelis yang dilombakan ada empat majelis lomba khusus, yakni dua majelis debat Bahasa Arab dan dua majelis debat Bahasa Inggris.

“Kami berharap hasil MQK ini memberikan rasa optimisme dan semangat untuk terus memperbaiki kajian kitab kuning di ponpes yang lebih baik,” pungkasnya.

 

Reporter : Kh, Humas Jateng

Editor : Ul, Diskominfo Jateng

Foto : Humas Jateng

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedIn

Berita Terkait