Jateng Dalami Kerja Sama Kesehatan dengan Australia

10 July 2019
ikp

BRISBANE – Setelah memperpanjang kerja sama sister city dengan Queensland, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperdalam kerja sama di bidang kesehatan dengan perguruan tinggi di Australia.

Dalam kunjungan kerjanya di Brisbane Australia, Rabu (10/7/2019), Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menunjuk Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yulianto untuk menindaklanjuti rencana aksi kerja sama untuk lima tahun mendatang, antara Provinsi Jawa Tengah dengan Queensland University of Technology (QUT) – School Public Health & Social Work Faculty of Health.

Menurut pria yang akrab disapa Gus Yasin ini, kerja sama yang dijalin meliputi digitalisasi sistem informasi kesehatan, penguatan kapasitas manajemen krisis dan penanganan kedaruratan (kejadian luar biasa/ KLB). Selain itu, manajemen pengelolaan limbah medis, serta penanganan pelayanan kesehatan masyarakat dan rumah sakit tanpa sekat, meliputi pelatihan sumberdaya manusia, nutrisi, psikolog, dan penanganan trauma.

“Manajemen informasi kesehatan secara integrasi dalam sistem informasi ini sangat penting bagi Pemprov Jateng. Sebab, jumlah rumah sakit yang menjadi milik pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/ kota cukup banyak,” ungkapnya dalam siaran pers.

Diakui, kasus TBC, demam berdarah, HIV/ AIDS, serta malaria masih menjadi persoalan di Jawa Tengah. Di samping penyakit tidak menular, seperti hipertensi, diabetes mellitus, jantung, dan kanker yang mesti ditekan. Dalam pencegahan penyakit tersebut, Pemprov Jateng tak berhenti melakukan upaya promotif dan preventif.

Di sisi lain, imbuh Gus Yasin, keterbatasan instalasi limbah rumah sakit, membuat perlu dukungan pihak lain dalam menangani lima ton limbah medis yang diproduksi setiap hari. Kesiapan penanganan bencana pun mesti ditingkatkan, mengingat Jawa Tengah merupakan daerah rawan bencana alam.

“Penyediaan pelayanan kesehatan secara mobile car hospital akan lebih efektif menjangkau ke pelosok desa di Jateng. Untuk itu kami berharap QUT bisa membantu upaya mewujudkan hal tersebut,” harap mantan anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah ini.

Pihak QUT Brisbane Prof Helen Edward, Prof Cynthia Cliff, serta Mrs Sue Walker menyatakan antusias dan gembira atas ditandatanganinya kerja sama teknis bidang kesehatan tersebut. Pihaknya siap untuk melatih dan menerima pengiriman SDM kesehatan dari Jawa Tengah, melalui program short course bagi aparatur sipil Negara (ASN) bidang kesehatan.

Mereka juga akan membantu System Informasi Management yang lebih praktis, melalui pemakaian komunikasi mobile phone yang terhubung dengan rumah sakit secara kompatibel, termasuk dalam mengedukasi masyarakat mengenai kesehatan praktis mitigasi dan penanganan, guna membangun dan merawat kesadaran hidup sehat. (Ul, Diskominfo Jateng)

Skip to content