Hindari Pengotakan Agar Tak Terintervensi

27 March 2019
Bidang KPM
Hindari Pengotakan Agar Tak Terintervensi

Pati – Untuk melakukan pengamanan dan menciptakan situasi kondusif menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) diminta melakukan sinergi dengan aparat TNI-Polri.

“Intens komunikasi dan koordinasi dengan TNI-Polri, sehingga tidak gagap ketika terjun dan kompak dengan aparat lainnya,” kata Ganjar saat memimpin Gelar Apel Siaga Satlinmas di Alun-alun Kabupaten Pati, Rabu (27/3/2019).

Di hadapan sekitar 1.000 anggota Satlinmas se-Eks Karesidenan Pati, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan provinsi yang dia pimpin harus terus menjadi daerah percontohan nasional untuk menjaga situasi kondusif selama Pemilu, sebagaimana pada Pemilu serentak 2018 silam.

“Selalu komitmen menjaga situasi kondusif, sehingga kita berhasil menjadikan Jateng sebagai rujukan nasional, karena selalu adem ayem dan gayeng saat Pemilu,” katanya.

Salah satu kunci menciptakan situasi kondusif itu, imbuh Ganjar, adalah profesionalitas pejabat dan aparat. Selain itu, kesadaran pegawai negeri sipil (PNS) akan kewajibannya yang harus netral juga melengkapi keberhasilan tersebut.

“Linmas harus menghindari pengotak-kotakan agar tidak terintervensi. PNS punya hak pilih, tapi karena kewajiban netralitasnya, simpan rapat-rapat dalam hati,” bebernya.

Ganjar juga berharap, bersatunya Satlinmas dengan seluruh jajaran aparat mampu menangkal isu-isu yang merusak persatuan bangsa. Dengan terjun langsung di tengah-tengah masyarakat, Satlinmas dapat melakukan edukasi terhadap tahapan-tahapan pemilu.

“Jangan sampai isu SARA, politik uang dan kecurangan muncul. Kita edukasi masyarakat, kita bulatkan tekad untuk melahirkan Pemilu yang bermartabat agar tidak ada yang terluka akan hasilnya nanti. Laksanakan tugasmu dengan tuntas, lakukan kewajibanmu dengan ikhlas,” tandasnya.

Penulis : Ib, Humas Jateng

Editor : Ul, Diskominfo Jateng

Mascot Padhang
Skip to content